University of Michigan dalam laporan #SocialScholars: Professors Show Power of Public Engagement mencatat banyak dosen memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan riset dan menjangkau pembuat kebijakan.

Dosen School of Education University of Michigan, Liz Kolb, menilai teknologi ini sangat kuat untuk membangun kolaborasi global antar-pendidik.

Media sosial juga membuka peluang kerja sama penelitian dan memperluas jaringan profesional perguruan tinggi.

"Ini adalah alat yang bisa sangat kuat," kata Liz Kolb.

Kajian Georgetown University yang sejalan dengan situasi ini menjelaskan bahwa audiens kini ikut menentukan penyebaran informasi.

Associate Research Professor di McCourt School of Public Policy, Renee DiResta, memaparkan bahwa influencer, algoritma, dan respons pengguna menciptakan siklus yang memperkuat suatu narasi.

Siklus tersebut mempermudah masyarakat menyuarakan isu penting, tetapi berisiko mempercepat penyebaran hoaks dan polarisasi.

>>> Tengku Dewi Ungkap Cara Jelaskan Perceraian ke Anak Sulungnya

Oleh karena itu, peningkatan literasi digital menjadi langkah penting agar pengguna memiliki kendali kritis terhadap informasi yang dikonsumsi.