Saya juga melihat secara real opportunity mereka untuk mengembangkan kesehatan mental sebagai bagian dari permainan," ucap Heru Hartanto.

>>> Cara Penerima Beasiswa Berkontribusi Bagi Indonesia

Wadah Riset Ilmiah Sepak Bola

Platform UniLeague juga diproyeksikan sebagai instrumen pengembangan ilmu pengetahuan bagi akademisi perguruan tinggi. Kompetisi ini dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai objek penelitian ilmiah.

Ratu Tisha Destria mengungkapkan bahwa sejumlah mahasiswa menggunakan data dari UniLeague sebagai bahan disertasi tingkat Master hingga PhD.

Hasil riset tersebut rencananya dipresentasikan dalam National Conference of Football Science pada September 2026.

"Jadi ajang UniLeague ini tidak hanya ada di lapangan, tapi nanti kita take it to the next level research dan teknologi.

Untuk para coaches, karena ini adalah berupa liga, gunakan kesempatan ini semaksimal mungkin untuk menerapkan apa yang kita impikan di dalam teknikal sepakbola yaitu bermain, istirahat, evaluasi, latihan, bermain lagi.

Terus berulang sampai dengan nanti liganya selesai.

Karena konsistensi dan repetisi yang berarti dari sebuah kedisiplinan dalam olahraga dimulai dari lingkungan Universitas ini," jelas Tisha.

Kompetisi sepak bola mahasiswa tingkat nasional ini juga mengantongi dukungan resmi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir menyampaikan pandangan positif terkait pelaksanaan liga tersebut.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mengadakan kompetisi sepakbola mahasiswa nasional, UniLeague 2026. Kompetisi ini menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda Indonesia.

>>> Gangguan Massal Facebook dan Messenger Global, Pengguna Keluar Otomatis

Melalui semangat Play For Peace #Football4MentalHealth, kita diingatkan bahwa olahraga dapat menjadi medium untuk membangun empati, memperkuat karakter, serta saling menguatkan di tengah dinamika kehidupan," kata Erick Thohir.