Pemerintah Indonesia dan Malaysia terus memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah perbatasan.

Langkah ini diwujudkan melalui program pembangunan sosial dan ekonomi yang lebih terarah dan inklusif.

>>> Iran Targetkan Seluruh Aset Militer dan Komersial Elon Musk

Komitmen tersebut ditegaskan dalam persidangan ke-19 tahun 2026 yang digelar oleh Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Kawasan, Perkotaan, dan Batas Negara (Waskoban), bersama Sekretariat Bersama Kelompok Kerja Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo).

Sosek Malindo merupakan forum bilateral yang dibentuk sejak tahun 1985 dengan fokus utama mendongkrak kesejahteraan sosial serta pembangunan ekonomi di garis depan kedua negara.

Forum yang dipimpin oleh Safrizal ZA ini menjadi simbol kebersamaan bangsa serumpun dalam mewujudkan pemerataan pembangunan.

Agenda Strategis dan Pergantian Kepemimpinan

Direktur Waskoban Ditjen Bina Adwil Kemendagri sekaligus Ketua Sekretariat kelompok kerja Sosek Indonesia, Amran, menyatakan bahwa pertemuan ini memegang peranan krusial bagi kedua negara untuk merumuskan langkah strategis di kawasan perbatasan.

“Hasilnya selanjutnya akan dibahas lebih mendalam pada pertemuan Tim Teknis di tingkat provinsi–negeri serta dalam rangka mempersiapkan Sosek Malindo tingkat pusat,” kata Amran dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).

Persidangan kali ini juga menjadi momen penting bagi delegasi Malaysia seiring adanya pergantian kepemimpinan.

>>> Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia Gagal ke Final Uber Cup 2026

Mohamad Badrie bin Abdul Rahim kini resmi menjabat sebagai Ketua Sekretariat JKK Sosek Malaysia yang baru, menggantikan Puan Azizah binti Mohamed Said.

Beberapa agenda strategis yang dimatangkan dalam pertemuan ini meliputi rencana soft launching operasionalisasi Pos Lintas Batas (PLB) di Temajuk, Kalimantan Barat, serta revisi Terms of Reference (TOR) kelompok kerja Sosek Malindo.

Pembaruan TOR ini dilakukan demi menindaklanjuti arahan dari Pertemuan Ke-18 High Level Committee Malaysia–Indonesia (HLC Malindo) tahun 2025.

Evaluasi kerangka kerja ini diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih nyata dan terukur bagi warga perbatasan.

“Besar harapan kami agar Persidangan Sekretariat Bersama kali ini dapat menghasilkan berbagai rekomendasi yang membangun, termasuk terkait revisi TOR Kelompok Bersama Sosek Malindo, guna meningkatkan kemajuan kerja sama perbatasan Indonesia–Malaysia,” kata Amran.

>>> Adhyaksa FC Siap Jadikan Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya Sebagai Markas

Pihak Kemendagri menekankan bahwa seluruh hasil dari persidangan ke-19 ini akan dijadikan dasar rekomendasi kuat untuk mengawal kesepakatan yang telah dicapai pada Persidangan Ke-40 kelompok kerja Sosek Malindo Tahun 2025.