Tantangan Industri Gula Nasional Capai Swasembada Lebih Kompleks dari Konsolidasi
Dia menilai kemitraan yang lebih kuat antara pabrik gula dan petani dapat menjadi salah satu solusi.
>>> Sassuolo Tunjuk Alberto Aquilani sebagai Pelatih Baru untuk Musim 2026-2027
Bentuk kemitraan tersebut dapat mencakup dukungan pembiayaan, pelatihan budidaya, jaminan pembelian hasil panen, hingga mekanisme bagi hasil yang lebih adil.
Selain itu, pengembangan produk turunan tebu juga dinilai dapat meningkatkan nilai tambah industri nasional.
Tebu tidak hanya menghasilkan gula, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk produksi bioetanol, biomassa, pupuk, pakan ternak, hingga energi listrik berbasis bagas.
Pada akhirnya, perdebatan mengenai penguatan peran BUMN di sektor gula menunjukkan bahwa keberhasilan swasembada tidak hanya ditentukan oleh struktur kelembagaan industri.
Kemampuan pemerintah menciptakan pasar yang sehat dan memberikan insentif yang memadai bagi petani juga menjadi faktor penting.
Konsolidasi BUMN memang berpotensi memperkuat fungsi penyerapan gula rakyat yang selama ini menjadi salah satu titik lemah industri.
Namun, tanpa pembenahan harga acuan, peningkatan produktivitas, revitalisasi pabrik, serta penguatan posisi petani dalam rantai pasok, kekhawatiran mengenai lesunya pasar gula diperkirakan masih akan membayangi musim giling tahun ini.
Sebelumnya, Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia diketahui telah merampungkan konsolidasi pabrik gula milik negara ke dalam PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau Sugar Co. Proses tersebut ditandai dengan selesainya akuisisi PT Pabrik Gula Rajawali I, PT Pabrik Gula Rajawali II, dan PT Pabrik Gula Candi Baru yang sebelumnya berada di bawah holding pangan ID Food.
Pengamat pertanian Khudori menilai langkah tersebut pada dasarnya telah menuntaskan restrukturisasi industri gula BUMN.
Setelah konsolidasi selesai, Sugar Co akan berfokus sebagai perusahaan manufaktur gula berbasis pertanian, sementara ID Food menjalankan fungsi perdagangan pangan sekaligus menjadi off taker bagi seluruh gula yang diproduksi Sugar Co.
Dalam skema tersebut, ID Food akan membeli gula menggunakan Harga Acuan Pembelian (HAP) tingkat produsen sebesar Rp14.500 per kilogram sesuai ketentuan Badan Pangan Nasional.
Khudori menilai keberadaan off taker menjadi elemen penting untuk mencegah terulangnya persoalan gula petani yang tidak terserap pasar sebagaimana terjadi pada musim giling tahun lalu.
“Tahun lalu puluhan ribu ton gula petani di Jawa Timur menumpuk tak laku.
>>> IHSG Melesat Kembali ke Level 6.000 pada Akhir Pekan
Berulang kali lelang digelar dan berulang kali pula gagal dicapai harga kesepakatan karena penawar mengajukan harga di bawah Rp14.500 per kilogram,” ungkap Khudori, dikutip Jumat (12/6/2026).
Update Terbaru
Xiaomi 17T vs Nothing Phone 4a Pro: Persaingan Sengit di Kelas Menengah Atas
Sabtu / 13-06-2026, 02:32 WIB
Adhyaksa FC Pindahkan Kandang ke Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya
Sabtu / 13-06-2026, 02:32 WIB
Alvin Bahar Targetkan Juara Nasional Kelima di Mandalika Festival of Speed 2026
Sabtu / 13-06-2026, 02:28 WIB
Kanada Hadapi Bosnia di Piala Dunia Tanpa Alphonso Davies
Sabtu / 13-06-2026, 02:27 WIB
California Uji Coba Jalan Tol Pintar Pertama, Algoritma Atur Kecepatan
Sabtu / 13-06-2026, 02:24 WIB
Bocoran Nothing Ear 3a Muncul di Database Indonesia, Hadir dengan Warna Pink Baru
Sabtu / 13-06-2026, 02:12 WIB
Rodri Maafkan Tekel Keras Gavi di Latihan Timnas Spanyol
Sabtu / 13-06-2026, 02:12 WIB
Liam Millar Siap Perkuat Kanada di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 02:01 WIB
Jesse Marsch Beri Kabar Terbaru Cedera Alphonso Davies Jelang Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 01:56 WIB
Jesse Marsch Coret Alphonso Davies dari Laga Pembuka Kanada
Sabtu / 13-06-2026, 01:52 WIB
Kanada Hadapi Bosnia-Herzegovina di Piala Dunia 2026 Tanpa Alphonso Davies
Sabtu / 13-06-2026, 01:48 WIB
Peugeot e-208 GTi Resmi Meluncur, Performa Listrik dengan Harga di Bawah €43.000
Sabtu / 13-06-2026, 01:45 WIB
Pegolf Thailand Juara Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026
Sabtu / 13-06-2026, 01:45 WIB
Edin Dzeko Pimpin Bosnia di Piala Dunia 2026, Usia 40 Tahun Jadi Inspirasi
Sabtu / 13-06-2026, 01:44 WIB






