China Bangun Basis Konversi Batubara Terbesar Demi Ketahanan Energi
Pemerintah China berencana membangun basis terbesar di negaranya untuk mengonversi batubara menjadi minyak, gas, dan bahan kimia.
Langkah ini diambil sebagai strategi mengurangi ketergantungan terhadap impor energi dari luar negeri.
>>> PT Benelli Motor Indonesia Luncurkan Keeway Road Falcon 250 di PRJ 2026
Kebijakan Beijing tersebut mencerminkan fokus yang semakin kuat terhadap ketahanan energi nasional. Upaya ini dipicu oleh pecahnya perang Iran yang mengganggu rantai pasok global.
Proyek raksasa ini dipusatkan di wilayah Inner Mongolia, yang memegang peran ganda sebagai daerah penghasil batubara sekaligus produsen energi terbarukan terbesar di China.
Kondisi ini memperlihatkan kompleksitas transisi energi di negara tersebut.
Namun, proses mengubah batubara menjadi produk berbasis minyak bumi memiliki dampak lingkungan yang besar.
Aktivitas industri ini dikenal sebagai salah satu sumber emisi karbon yang signifikan dan terus meningkat, sehingga berpotensi mengancam target iklim pemerintah.
Wakil pejabat tertinggi Inner Mongolia, Huang Zhiqiang, menjelaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk memperkuat kapasitas produksi industri berbasis batubara tersebut demi mendukung kemandirian energi.
"Kami sedang meningkatkan dan memperkuat kapasitas produksi dalam negeri untuk proyek batubara menjadi minyak, batubara menjadi gas, dan batubara menjadi bahan kimia guna meningkatkan kemandirian pasokan minyak dan gas di dalam negeri," ujar Huang Zhiqiang dalam konferensi pers pada Kamis.
Walaupun industri konversi batubara berkembang pesat di China dan hampir tidak ditemukan dalam skala serupa di negara lain, volumenya masih tergolong kecil dibandingkan total kebutuhan impor energi nasional.
Pada 2024, produksi gas, bahan bakar cair, dan bahan kimia hasil konversi batubara di China hanya mampu menggantikan sekitar 6% dari total impor minyak mentah dan gas yang masuk ke negara tersebut.
Update Terbaru
Barcelona Incar Julian Alvarez Jadi Target Utama Bursa Transfer
Sabtu / 13-06-2026, 00:31 WIB
Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok Pertalite Aman di Seluruh Indonesia
Sabtu / 13-06-2026, 00:29 WIB
Saham SpaceX Melonjak 20 Persen pada Debut Perdagangan Perdana di Nasdaq
Sabtu / 13-06-2026, 00:29 WIB
Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok Pertalite Aman di Seluruh SPBU
Sabtu / 13-06-2026, 00:29 WIB
Cara Aktifkan TikTok PayLater Terbaru Tahun 2026
Sabtu / 13-06-2026, 00:29 WIB
Edin Dzeko Siap Pimpin Bosnia di Piala Dunia 2026 di Usia 40 Tahun
Sabtu / 13-06-2026, 00:29 WIB
Indonesia dan Malaysia Perkuat Kesejahteraan Warga Perbatasan Lewat Sosek Malindo
Sabtu / 13-06-2026, 00:28 WIB
Iran Targetkan Seluruh Aset Militer dan Komersial Elon Musk
Sabtu / 13-06-2026, 00:28 WIB
Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia Gagal ke Final Uber Cup 2026
Sabtu / 13-06-2026, 00:28 WIB
Adhyaksa FC Siap Jadikan Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya Sebagai Markas
Sabtu / 13-06-2026, 00:27 WIB
Gangguan Massal Meta Lumpuhkan Akses Ratusan Ribu Pengguna Global
Sabtu / 13-06-2026, 00:27 WIB
Luis Figo Buka Suara soal Keributan Valverde dan Tchouameni di Real Madrid
Sabtu / 13-06-2026, 00:27 WIB
DKI Jakarta Juara Umum Kejurnas Akuatik Indonesia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 00:27 WIB
Sean Gelael Raih Podium Ketiga GT World Challenge Asia di Mandalika
Sabtu / 13-06-2026, 00:27 WIB






