Industri perfilman global tak selalu melahirkan mahakarya. Beberapa proyek justru berakhir sebagai bencana sinematik yang dikenang karena kualitasnya yang buruk.

Berikut adalah enam film dengan kualitas paling rendah yang dirilis sejak 2021 hingga pertengahan 2026.

>>> Amazon Two-Wheeler Store Catat Pertumbuhan 2x YoY, Didorong Kota Tier 2 dan 3

Daftar Film Gagal

Film drama religi asal Jerman berjudul 2025: The World Enslaved by a Virus (2021) menuai kritik tajam.

Akting di bawah standar, naskah berantakan, dan minim nilai hiburan menjadi kelemahan utamanya.

Morbius (2022) yang dibintangi Jared Leto menjadi bahan olok-olok internet.

Sony Pictures bahkan merilis ulang film ini di bioskop karena salah mengira popularitas meme sebagai antusiasme nyata, yang justru memperbesar kerugian.

>>> Tradisi Bertamu ke Rumah Tetangga Kian Pudar di Era Digital

Spy Kids: Armageddon (2023) gagal membangkitkan nostalgia. Sutradara Robert Rodriguez dianggap menghasilkan tontonan malas dengan CGI murah, alur membosankan, dan kehilangan pesona trilogi aslinya.

Megamind vs. the Doom Syndicate (2024) memicu kemarahan penggemar.

Animasi kasar, pengisi suara pengganti yang kaku, dan humor garing membuat film ini sempat memegang rekor rating terendah di Letterboxd.

War of the Worlds (2025) menggunakan format screenlife namun gagal membangun ketegangan. Dialog canggung, akting amatir, dan narasi tidak logis menjadikannya tontonan paling menyiksa tahun itu.

>>> IHCBS 2026 Siap Kupas Strategi Human Centric AI untuk Dongkrak Produktivitas Kerja

Mercy (2026) yang dibintangi Chris Pratt mendapat kritik karena mendukung eksploitasi AI. Film ini dituding sebagai jiplakan murah Minority Report tanpa kreativitas dan bobot emosional.