Manusia kerap terjebak dalam kesibukan duniawi demi mengejar materi, jabatan, dan popularitas. Fenomena ini bahkan membuat sebagian orang rela mengorbankan prinsip hidup demi kepuasan sesaat.

Allah SWT telah memberikan peringatan tegas mengenai hakikat dunia yang fana. Peringatan tersebut tertuang dalam Al-Qur'an surah Al-An'am ayat 32.

>>> Piala Dunia 2026 Gagal Dongkrak Turis Asing, Sektor Wisata AS Lesu

Dalam ayat tersebut, Allah berfirman: "Dan tidaklah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa.

Maka tidakkah kamu memahaminya?" (QS Al-An'am: 32).

Ayat ini turun sebagai sanggahan bagi kaum kafir yang menolak konsep hari kebangkitan. Mereka menganggap bahwa kehidupan hanya berlangsung di dunia dan berakhir setelah kematian.

Pandangan keliru itu juga diabadikan dalam Al-Qur'an: "Mereka berkata: 'Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan.'"

Melalui wahyu tersebut, Allah menegaskan bahwa cara pandang itu salah. Segala kemewahan dunia pada dasarnya hanyalah panggung sandiwara.

Ustadz Ahsanul Falihin dari Lajnah Dakwah PC Al Irsyad Al Islamiyyah Banyuwangi menjelaskan, bukan berarti manusia dilarang bekerja atau menikmati nikmat halal.

Namun, dunia tidak boleh menjadi tujuan akhir yang melupakan Allah dan lalai mempersiapkan bekal akhirat.

Banyak individu terpedaya oleh keindahan dunia hingga merasa usia masih panjang. Mereka bersikap seolah ajal masih jauh.

Padahal, peristiwa kematian dan musibah setiap hari menjadi bukti kerapuhan hidup manusia. Semua itu menjadi alarm bahwa keabadian hanya milik Allah.

>>> Justin Hubner Resmi Nikahi Jennifer Coppen di Bali dengan Adat Jawa