Praktik penjualan tiket dari pihak penyelenggara juga menuai kritik dari berbagai pihak.

FIFA menerapkan harga dasar tertinggi sepanjang sejarah sekaligus memperkenalkan sistem harga dinamis yang membuat nilai tiket meningkat seiring mendekatnya turnamen.

Kebijakan penjualan kembali tiket tanpa batas harga turut mendorong lonjakan harga hingga mendekati US$ 1.000 untuk tiket termurah di New York dan Miami berdasarkan data TicketData.

CEO Tickitto, Dana Lattouf, menilai permintaan pada menit-menit terakhir kemungkinan tetap terbatas.

Hal itu dipicu oleh fakta bahwa wisatawan internasional masih harus menghadapi biaya perjalanan yang mahal serta proses pengurusan visa dalam waktu yang sangat singkat.

Sektor Sewa Rumah Jangka Pendek Justru Untung

Berbeda dengan lesunya industri hotel konvensional, sektor penyewaan rumah jangka pendek justru menikmati peningkatan permintaan yang signifikan.

Airbnb menyampaikan kepada investor bahwa Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi ajang terbesar sepanjang sejarah perusahaan mereka.

Data dari AirDNA menunjukkan pemesanan akomodasi sewa jangka pendek, terutama pada kategori ekonomis dan berbiaya rendah, meningkat di sejumlah kota penyelenggara seperti Boston dan Los Angeles.

Tarif rata-rata harian yang telah dipesan di seluruh kota tuan rumah tercatat berada di angka sekitar US$ 218.

Calon penyewa yang baru melakukan pemesanan per 8 Juni harus membayar sekitar US$ 335 karena pemilik properti menaikkan harga untuk memanfaatkan potensi permintaan menjelang pertandingan.

>>> Justin Gaethje Bertekad Patahkan Rekor Buruk Lawan Juara di UFC Freedom 250

"Permintaan perjalanan untuk tujuan wisata di seluruh kota penyelenggara meningkat jauh lebih tinggi karena Piala Dunia. Hal itu tidak dapat disangkal," ujar Kepala Ekonom AirDNA, Jamie Lane.