Justin Gaethje memiliki misi besar di UFC Freedom 250: mematahkan rekor buruknya saat berhadapan dengan para juara.

Ia akan menantang Ilia Topuria yang merupakan pemegang sabuk juara kelas ringan.

>>> Harga Bitcoin Diprediksi Rebound Kuat pada Tahun 2027

Pertarungan utama ini dijadwalkan berlangsung di Gedung Putih, Washington D. C pada Minggu, 15 Juni.

Topuria datang sebagai juara bertahan, sementara Gaethje sebagai penantang.

Kedua petarung dikenal memiliki kemampuan bertarung yang sangat berbahaya. Namun, perhatian tertuju pada catatan Gaethje yang kurang apik saat melawan jawara UFC.

Rekor Buruk Gaethje Lawan Juara

Ilia Topuria saat ini memegang status sebagai juara dua kelas berbeda, yakni kelas bulu dan kelas ringan. Ia juga memiliki rekor tak terkalahkan dengan catatan 17-0.

Di sisi lain, Justin Gaethje adalah petarung veteran yang pernah dua kali meraih sabuk interim kelas ringan.

Namun, petarung berjuluk 'The Highlight' ini memiliki rekor kurang apik ketika berhadapan dengan pemegang takhta juara.

Secara keseluruhan, Gaethje mengantongi rekor MMA 22-5. Uniknya, seluruh lima kekalahan yang ia alami didapat saat bertarung melawan para juara atau mantan juara UFC.

>>> Kementerian ESDM dan PLN Rapat Maraton Atasi Pemadaman Listrik di Jawa

Tren negatif Gaethje dimulai pada 2018 saat ia dipaksa menyerah oleh Eddie Alvarez, mantan juara kelas ringan.

Pada tahun yang sama, ia kembali kalah dari Dustin Poirier, mantan pemilik sabuk interim kelas ringan.

Ketangguhan Khabib Nurmagomedov yang saat itu menjadi raja kelas ringan juga menghentikan Gaethje pada 2018.

Langkahnya kembali terganjal pada 2022 setelah kalah dari mantan juara kelas ringan lainnya, Charles Oliveira.

Kekalahan paling baru dialami Gaethje pada 2024 ketika berhadapan dengan Max Holloway.

Akibat kekalahan dari mantan juara kelas bulu tersebut, Gaethje juga kehilangan sabuk BMF yang sebelumnya ia pegang.

>>> Investor Asing Belum Kembali ke Bursa Saham Indonesia, Jual Bersih Capai Rp80 Triliun

Kini, Gaethje menghadapi tantangan besar untuk mematahkan rekor buruk tersebut saat bertemu Ilia Topuria di UFC Freedom 250.