Untuk Kota New York yang menjadi lokasi partai final pada 19 Juli, pemesanan dari Eropa bahkan merosot hingga 15,8 persen.

FIFA sebelumnya memperkirakan sekitar 1,2 juta penggemar akan memadati New York selama turnamen berlangsung.

Namun, Vijay Dandapani menyatakan bahwa asosiasi hotel setempat kini hanya memproyeksikan sekitar 500.000 pengunjung yang datang.

Meskipun ada sedikit peningkatan pemesanan dari pendukung asal Inggris dan Norwegia baru-baru ini, data awal dari CoStar menunjukkan rata-rata tingkat pemesanan hotel di seluruh kota tuan rumah hanya naik 0,5 persen.

Beberapa hotel di New York bahkan mulai memberikan diskon besar demi menarik minat tamu.

New York Hilton Midtown memangkas tarif kamar hingga setengahnya menjadi sekitar US$ 415 per malam dibandingkan harga pada Desember lalu.

"Beberapa penggemar memilih melewatkan Piala Dunia sama sekali.

>>> PT Timah Tbk Hapus Jabatan Wakil Direktur Utama dalam RUPST

Teman-teman saya lebih memilih pergi ke Ibiza untuk menonton seluruh pertandingan melalui televisi dengan biaya yang jauh lebih murah.

Ada juga yang memilih ke Las Vegas.

Tetap mengeluarkan uang, tetapi jauh lebih rendah dibandingkan membeli tiket pertandingan, biaya perjalanan, hotel, dan transportasi menuju stadion," ujar Andy Milne, penggemar berat tim nasional Inggris sekaligus penulis buku That World Cup Guy.

Kendala Visa dan Skema Harga Tiket

Selain faktor biaya, persoalan visa turut menjadi hambatan utama karena suporter dari lebih separuh negara peserta Piala Dunia memerlukan dokumen tersebut untuk memasuki Amerika Serikat.

Kebijakan ini menambah ketidakpastian di tengah kekhawatiran terhadap pengetatan pemeriksaan di area perbatasan.

Pemerintahan Presiden Donald Trump bahkan sempat menolak masuk seorang wasit asal Somalia dengan alasan dugaan keterkaitan dengan pihak yang dicurigai sebagai anggota organisasi teroris.