"Orang yang sangat mahir menggunakan model AI dapat menyelesaikan pekerjaan dalam jumlah luar biasa dan menciptakan nilai ekonomi yang jauh lebih besar," kata Altman.

Kewaspadaan dari Para Pemimpin Industri

Meski demikian, kecemasan tentang dampak negatif otomatisasi terhadap lapangan kerja belum sepenuhnya hilang. Sejumlah petinggi teknologi tetap memperingatkan potensi disrupsi pasar tenaga kerja.

CEO Anthropic Dario Amodei dan CEO AI Microsoft Mustafa Suleyman termasuk yang memproyeksikan AI berpotensi mengeliminasi sebagian pos pekerjaan.

Beberapa raksasa teknologi seperti Salesforce, Cisco, Coinbase, Snap, dan Block juga sempat mengaitkan efisiensi AI saat melakukan restrukturisasi.

Altman meyakini bahwa manusia tetap menjadi motor penggerak utama dalam aktivitas sosial dan ekonomi. Konsumen dan pekerja selalu menginginkan interaksi emosional antarmanusia.

"Orang menyukai orang lain dan ingin berinteraksi dengan orang lain. Mereka ingin berkolaborasi dan bekerja bersama orang lain," ujar Altman.

Ia juga menyoroti kecenderungan pasar yang lebih mengapresiasi karya orisinal buatan manusia. Masyarakat tetap peduli terhadap sosok kreator di balik sebuah produk.

>>> Polisi Tutup Jalan Layang Semanggi Imbas Demo Mahasiswa

"Saya pikir industri kami meremehkan seberapa besar kemampuan kita untuk tetap menempatkan manusia di pusat segala hal dalam ekonomi dan dunia yang semakin didukung oleh AI," pungkas Altman.