Danantara Investment Management (DIM) sukses menerbitkan obligasi global perdana senilai US$1,5 miliar. Surat utang valuta asing ini mengalami kelebihan permintaan hingga lebih dari tiga kali lipat.

Manajemen Danantara mengungkapkan antusiasme investor tercermin dari nilai pemesanan maksimal yang menembus kisaran US$4,6 miliar.

>>> Selisih Umur Jennifer Coppen dan Justin Hubner Berapa? Inilah Biodata Pemain Bola yang Telah Resmi Menikah

Minat besar tersebut datang dari investor institusi Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia.

Penerbitan obligasi ini dieksekusi di tengah kondisi ekonomi global yang menantang. Situasi tersebut diwarnai tingginya ketidakpastian geopolitik serta tren kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury).

"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Danantara Indonesia dipandang memiliki fundamental, tata kelola, dan prospek jangka panjang yang kuat, sehingga tetap menjadi tujuan investasi bagi investor global bereputasi tinggi," tulis manajemen Danantara Indonesia dalam keterangan resminya, Jumat (12/6/2026).

Manajemen optimistis tingginya kepercayaan dari pasar internasional dapat memperkuat keyakinan investor domestik maupun masyarakat luas. Langkah ini diharapkan memperkuat kerangka institusional Danantara Indonesia ke depan.

Peringkat Kredit Baa2 dari Moody's

Sebelumnya, lembaga pemeringkat global Moody's Ratings menyematkan peringkat kredit Baa2 kepada DIM. Sejalan dengan prospek utang Pemerintah Indonesia, Moody's juga menetapkan outlook negatif untuk DIM.

Dalam laporannya, Moody's menilai peringkat DIM setara dengan sovereign rating Indonesia. Hal ini mencerminkan kuatnya keterkaitan kedua pihak, baik dari sisi kepemilikan, tata kelola, maupun potensi dukungan keuangan.

Vice President dan Senior Analyst Moody's Ratings, Rachel Chua, menjelaskan peringkat Baa2 disokong oleh posisi DIM dalam pengelolaan investasi negara.

>>> PT PP Perkuat Arus Kas Hadapi Tekanan Suku Bunga Tinggi