Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat tajam pada perdagangan Jumat, 12 Juni 2026.

Mata uang Garuda melesat 128 poin ke level Rp17.860 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya di Rp17.988.

>>> Presiden Prabowo Awasi Langsung Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi

Penguatan ini terjadi di tengah berbagai sentimen eksternal global yang memengaruhi pasar keuangan.

Sentimen Global dan Domestik

Salah satu faktor utama adalah perkembangan situasi di Selat Hormuz.

Amerika Serikat membatalkan rencana serangan setelah Presiden Donald Trump menyebut diskusi dengan Iran mengalami kemajuan menuju kesepakatan damai untuk membuka kembali jalur strategis tersebut.

Namun, Iran justru mengumumkan "penutupan" Selat Hormuz dan mengancam akan menembak kapal yang mencoba melintas.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyoroti bahwa lalu lintas kapal di sana sudah sangat terbatas.

>>> Manchester United Mundur dari Perburuan Elliot Anderson

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair global.

Pemblokiran selama berbulan-bulan telah memicu tingginya harga energi.

Dari sisi data ekonomi AS, inflasi bulan Mei tercatat meningkat melebihi perkiraan dan mencatat kenaikan tahunan terbesar dalam tiga setengah tahun.

Sentimen positif datang dari dalam negeri setelah Bank Dunia merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,0 persen pada 2026.

>>> Klinik AB Korea Selatan Gelar Simposium Internasional Bedah Wajah IFAAS 2026

Revisi ini naik dari estimasi sebelumnya sebesar 4,7 persen pada April lalu.