Elon Musk Dekati Status Triliuner Pertama Usai IPO SpaceX Cetak Rekor
Dua pesaingnya, Anthropic dan OpenAI, diperkirakan akan segera melantai di bursa dengan valuasi masing-masing berpotensi menembus US$1 triliun.
>>> Bank Indonesia Perluas Interkoneksi QRIS ke Pasar Cina
Akuisisi perusahaan AI xAI oleh Elon Musk pada Februari lalu telah mendongkrak valuasi gabungan menjadi US$1,25 triliun.
Pada harga IPO US$135 per saham, SpaceX langsung menembus daftar 10 perusahaan publik terbesar di dunia.
Transformasi SpaceX terlihat dari pergeseran fokusnya menjadi raksasa AI.
Kontrak penyediaan infrastruktur komputasi untuk Anthropic dan Google bernilai US$2,17 miliar per bulan diproyeksikan menjadi sumber pendapatan terbesar.
Elon Musk mempromosikan visi jangka panjang untuk menempatkan SpaceX sebagai pusat data luar angkasa dan pabrik robot di Bulan.
Kendati demikian, rencana menguasai pasar AI senilai US$26,5 triliun masih bergantung pada teknologi yang belum diterapkan dalam skala besar.
SpaceX juga menghadapi persaingan ketat dari Anthropic dan OpenAI yang produknya lebih banyak digunakan dibanding Grok.
Berdasarkan data Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Elon Musk akan bertambah sekitar US$275 miliar pasca-IPO.
Total kekayaan sang taipan diperkirakan mencapai US$970 miliaran atau sekitar Rp17.338 triliun.
Potensi Elon Musk menjadi triliuner pertama dunia sangat terbuka jika perdagangan saham berjalan sukses.
Kekayaannya bisa bertambah jika ia memenuhi target kinerja untuk mendapatkan 1,3 miliar saham tambahan.
Target tersebut mengharuskan kapitalisasi pasar SpaceX mencapai US$7,5 triliun.
Perusahaan juga harus membangun pusat data luar bumi berdaya komputasi 100 terawatt per tahun dan koloni permanen satu juta orang di Mars.
Pasca-IPO, Elon Musk tetap memegang kendali penuh dengan kepemilikan sekitar 84% hak suara perusahaan.
Keuntungan besar juga dinikmati oleh investor awal dan manajemen perusahaan.
>>> PYFA Catat Rekor Penjualan Bersih Rp2,76 Triliun pada 2025
Valor Equity Partners menjadi pemegang saham terbesar kedua dengan 6,7% saham Kelas A, disusul kepemilikan jutaan saham oleh Gwynne Shotwell dan Bret Johnsen.
Update Terbaru
TVRI Siarkan Langsung Laga Pembuka Piala Dunia 2026 Meksiko vs Afrika Selatan Malam Ini
Jumat / 12-06-2026, 19:12 WIB
BI Rate Naik ke 5,5%, Likuiditas Bank KBMI 1 Tertekan
Jumat / 12-06-2026, 19:11 WIB
Kemesraan di Media Sosial: Antara Ekspresi Cinta dan Risiko Hubungan
Jumat / 12-06-2026, 19:11 WIB
Higgs Games Island Gaet Luis Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia ke Level Global
Jumat / 12-06-2026, 19:09 WIB
Studi PNAS: Model AI Modern Berhasil Lolos Turing Test
Jumat / 12-06-2026, 19:09 WIB
BYD Indonesia Catat 20 Ribu Calon Konsumen untuk M6 DM
Jumat / 12-06-2026, 19:09 WIB
Ronaldo Nazario Jagokan Spanyol dan Prancis Juara Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 19:08 WIB
Pemerintah India Batasi Pembelian Solar untuk Konsumen Besar di SPBU
Jumat / 12-06-2026, 19:08 WIB
BI Proyeksikan Indeks Penjualan Riil Mei 2026 Turun 3,2 Persen
Jumat / 12-06-2026, 19:08 WIB
Viral Taylor Swift-Kylie Jenner Pelukan, Ini Kata Ahli Gestur
Jumat / 12-06-2026, 19:07 WIB
Kanada dan AS Gelar Laga Perdana Piala Dunia 2026 pada 13 Juni
Jumat / 12-06-2026, 19:06 WIB
5 Kafe Hidden Gem di Tebet yang Tenang dan Nyaman
Jumat / 12-06-2026, 19:06 WIB
Trump Setujui Pengenceran Uranium Iran di Bawah Pengawasan PBB
Jumat / 12-06-2026, 19:05 WIB
Dua Ganda Putri Indonesia Lolos ke Semifinal Australian Open 2026
Jumat / 12-06-2026, 19:05 WIB






