Mantan penyerang Timnas Indonesia, Rochi Putiray, tetap terlihat bugar di usia 55 tahun.

Pria kelahiran Situbondo, 26 Juni 1970 itu masih mempertahankan gaya penampilan unik yang melekat sejak masa jayanya.

>>> Arema FC Resmi Lepas Dalberto Luan, Striker Tajam yang Sumbang Dua Trofi

Rochi dikenal gemar mewarnai rambut dan memakai sepatu dengan warna berbeda di sebelah kiri dan kanan.

Kebiasaan itu ternyata lahir sebagai strategi motivasi diri saat ia merasa kehilangan tantangan di klub.

Awal Mula Gaya Nyentrik

Rochi menceritakan bahwa ide tersebut muncul saat ia membela Arseto Solo pada periode 1987 hingga 1999.

Saat itu, posisinya sebagai pemain inti tak tergoyahkan, sehingga ia kehilangan semangat bersaing.

"Saya enggak punya saingan.

Saya mau sakit, saya mau pura-pura sakit, saya enggak mau latihan, saya pasti jadi starting line up," kata Rochi.

Akibatnya, produktivitasnya sebagai pencetak gol menurun drastis.

>>> PSG Saingi Barcelona Buru Julian Alvarez dari Atletico Madrid

Untuk memicu kembali semangat, Rochi terinspirasi dari iklan sabun cuci yang menampilkan maskot John Banting.

Ia mulai bereksperimen dengan karet warna-warni untuk menghias rambut, meski butuh waktu hingga dua jam.

Kemudian, ia beralih ke cat rambut setelah tidak sengaja mengunjungi salon. Proses pewarnaan hanya memakan waktu sekitar 15 menit dan menjadi rutinitas barunya.

"Itu jadi motivasi karena saya sering tampil beda. Saya kembali lagi bersemangat," ujarnya.

Sementara untuk sepatu belang, Rochi mengaku terinspirasi dari pemain Timnas Vietnam yang memakai sepatu berbeda merek di setiap kaki.

Gaya itu ia adopsi untuk meningkatkan fokus dan gairah bertanding.

Rochi Putiray mencetak 17 gol dalam 41 laga bersama Timnas Indonesia.

>>> Timnas Indonesia U-19 Kalah Dramatis dari Australia di Semifinal Piala AFF

Namanya melambung setelah mencetak dua gol kemenangan Kitchee SC atas AC Milan pada 30 Mei 2004, saat melawan bek legendaris Paolo Maldini dan Andriy Shevchenko.