Arema FC resmi melepas penyerang andalannya, Dalberto Luan, meski ia menjadi salah satu pilar paling berkontribusi bagi tim Singo Edan.

Keputusan ini menjadi bagian dari perombakan besar-besaran komposisi skuad yang dilakukan manajemen. Total 13 pemain telah dipastikan angkat kaki dari Malang.

>>> PSG Saingi Barcelona Buru Julian Alvarez dari Atletico Madrid

Dalberto Luan merupakan penyerang paling kontributif Arema FC di BRI Super League 2025/2026. Ia mencatatkan 19 gol dan 8 assist, statistik impresif yang mendongkrak produktivitas tim.

Meski demikian, manajemen tidak dapat menahan sang striker untuk tetap bertahan.

Isu kepindahan Dalberto sudah merebak sejak pertengahan musim lalu karena performa memukaunya menarik minat klub Brasil, Malaysia, dan sesama klub Indonesia.

Kontribusi dan Perpisahan

Sejak bergabung pada 2024, Dalberto selalu menjadi pilihan utama di lini depan. Ia berambisi meraih gelar juara dan pencetak gol terbanyak.

Selama dua musim, ia mempersembahkan trofi Piala Presiden bagi Arema FC.

Meski gagal meraih sepatu emas karena kalah dari David da Silva, ia konsisten berada di papan atas daftar pemain tersubur liga.

>>> Timnas Indonesia U-19 Kalah Dramatis dari Australia di Semifinal Piala AFF

General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi tinggi. "Dalberto memberi kontribusi sangat besar.

Ketajaman, etos kerja, dan komitmennya menjadikannya sosok penting. Kami ucapkan terima kasih atas dedikasi dan profesionalismenya," ujarnya.

Manajemen tidak membeberkan alasan perpisahan. Namun, dugaan mengarah pada ketidaksepakatan dalam negosiasi kontrak baru.

Sinyal kepergian Dalberto juga terlihat dari tindakannya menjual barang-barang pribadi, termasuk motor yang biasa dipakainya. "Motor sudah dijual.

Dia memang tidak akan kembali," kata seorang sumber terdekat.

Selama di Malang, Dalberto lebih suka naik motor untuk menghindari macet, meski klub menyediakan mobil.

>>> PSS Sleman Promosi, Derbi DIY Kembali Tersaji di Super League

Kondisi ini berbeda dengan akhir musim 2024/2025, saat ia pulang ke Brasil tanpa mengemas semua barang karena kontraknya sudah diperpanjang.