Performa kuat tersebut memantapkan peran emas sebagai instrumen lindung nilai utama di tengah ketidakpastian pasar global.

Potensi pemanfaatan emas di pasar modal sangat terbuka mengingat Indonesia menduduki peringkat kedelapan sebagai produsen global dengan volume 132,5 ton, serta posisi keenam dunia untuk sumber daya emas yang menyentuh 2.600 ton.

Data OJK mengindikasikan peluang besar untuk menyalurkan potensi ini ke sektor ritel dan institusi.

Rencana peluncuran produk ini turut diperkuat oleh riset internal BEI terhadap 515 investor individu dan 67 investor institusi yang menempatkan ETF emas sebagai instrumen paling menarik.

Pertumbuhan total investor pasar modal dari 7,49 juta pada 2021 menjadi 20,35 juta pada akhir 2025 menjadi indikator positif perluasan pasar.

Tren kenaikan partisipasi publik terus berlanjut hingga 8 Juni 2026, di mana jumlah investor terdata telah menembus angka 28,19 juta orang.

Kedua instrumen berkomitmen untuk terus mengeksplorasi peluang kemitraan lanjutan guna memperkuat stabilitas industri keuangan nasional.

Untuk mengedukasi publik secara komprehensif, peluncuran kerja sama ini turut menghadirkan sesi talkshow interaktif.

Agenda tersebut melibatkan panelis dari internal Pegadaian, BEI, serta analis perbankan, dengan perwakilan KSEI bertindak sebagai moderator.

Samsul Hidayat menegaskan kesiapan KSEI dalam mengawal modernisasi infrastruktur pasar modal Indonesia lewat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.

"Bergabungnya Pegadaian sebagai Pemegang Rekening KSEI menjadi salah satu langkah relevan untuk menyambut pengembangan EGR dan ETF Emas sebagai bagian dari upaya perluasan pilihan produk investasi pasar modal Indonesia," ujar Samsul.

>>> Latsarmil Komcad Jadi Sorotan Usai Isu Penempatan Personel Jelang Demo

"Produk inovatif ini diharapkan dapat menjadi alternatif investasi yang menghubungkan karakteristik emas sebagai aset yang telah dikenal luas oleh masyarakat dengan mekanisme investasi yang transparan dan teradministrasi dengan baik melalui infrastruktur yang telah dimiliki KSEI," tutupnya.