Latsarmil Komcad Jadi Sorotan Usai Isu Penempatan Personel Jelang Demo

Rencana aksi demonstrasi yang digelar di Bundaran HI pada 12 Juni 2026 ikut memunculkan perhatian terhadap keberadaan Komponen Cadangan (Komcad), termasuk personel dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Informasi mengenai pemanggilan personel Komcad ASN beredar melalui unggahan di media sosial. Dalam unggahan tersebut disebutkan adanya apel siaga yang melibatkan peserta yang baru menyelesaikan Latsarmil Komcad.

Sebuah surat yang beredar memuat permintaan agar personel Komponen Cadangan ASN laki-laki mengikuti apel pada 12 Juni 2026. Mereka diminta menggunakan pakaian dinas lapangan Komcad dan baret.

Unggahan itu juga menuliskan imbauan agar peserta aksi menyampaikan aspirasi secara tertib sehingga situasi tetap kondusif.

Perintah apel tersebut kemudian mendapat beragam tanggapan dari warganet. Sebagian mempertanyakan tujuan pemanggilan personel Komcad ASN menjelang aksi mahasiswa dan masyarakat.

Di tengah pembahasan itu, istilah Latsarmil Komcad kembali menjadi perhatian. Banyak yang mencari tahu mengenai maksud pelatihan tersebut dan status peserta setelah mengikutinya.

>>> PSG Saingi Barcelona Buru Julian Alvarez dari Atletico Madrid

Apa itu Latsarmil Komcad

Latsarmil Komcad merupakan singkatan dari Pelatihan Dasar Militer Komponen Cadangan. Program ini menjadi bagian dari pembinaan Komcad yang disiapkan untuk memperkuat pertahanan negara.

Pelatihan tersebut berlangsung selama 45 hari dan diikuti warga negara, termasuk ASN yang memenuhi persyaratan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan.

Materi dalam pelatihan mencakup pembentukan disiplin, karakter, serta kemampuan dasar yang berkaitan dengan bela negara.

Komponen Cadangan bukan merupakan personel aktif TNI sehari-hari. Namun, berdasarkan aturan yang berlaku, mereka dapat dimobilisasi apabila negara membutuhkan sesuai ketentuan yang ada.

Keberadaan Komcad dirancang sebagai kekuatan pendukung bagi komponen utama pertahanan, yakni TNI, ketika menghadapi kondisi tertentu.

Dengan adanya isu pemanggilan personel Komcad ASN menjelang aksi demonstrasi, perhatian publik kemudian tertuju pada fungsi dan mekanisme penggunaan Komcad dalam situasi seperti itu.