Komdigi Batasi Akses Media Sosial Anak untuk Lindungi dari Risiko Siber
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa pembatasan akses internet dan media sosial bagi anak bertujuan melindungi mereka dari ancaman siber.
Aturan tersebut bukan dirancang untuk memangkas hak anak dalam beraktivitas di ruang digital.
>>> Taylor Swift Resmi Dilantik ke Songwriters Hall of Fame 2026
Kebijakan perlindungan ini tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas (Tunggu Anak Siap).
Regulasi itu telah berlaku penuh sejak akhir Maret 2026.
Pemerintah berupaya mengembalikan keseimbangan antara interaksi digital dan kehidupan sosial anak di dunia nyata.
Hal tersebut disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Alfreno Kautsar.
"Kita ingin memperkenalkan kembali kepada masyarakat kehidupan di ruang publik. Karena itu kegiatan Tunas Anak Jakarta dilaksanakan di Taman Bendera Pusaka.
Kami tidak melihat kebijakan ini sebagai upaya memblokir anak-anak dari dunia digital," kata Alfreno di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Komdigi menggandeng Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam program tersebut untuk mengedukasi anak-anak.
Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan gawai melalui aktivitas fisik dan interaksi sosial langsung di area publik.
Menurut Alfreno, pemerintah tidak sekadar menetapkan regulasi dalam membatasi ruang gerak digital.
Pihaknya juga menyediakan opsi kegiatan positif yang sehat bagi anak-anak di luar jaringan internet.
Tingginya durasi penggunaan gawai pada anak-anak Indonesia menjadi perhatian serius bagi Komdigi.
Data internal kementerian menunjukkan bahwa rata-rata waktu layar atau screen time anak kini menembus angka 7,5 jam per hari.
>>> XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem untuk Percepat Transformasi Digital Enterprise
Durasi screen time yang tinggi ini dinilai mengkhawatirkan karena memperbesar peluang anak terpapar bahaya internet.
Update Terbaru
Kolaborasi Benang Jarum dan Rama Dauhan: Puisi Hujan Bulan Juni Jadi Koleksi Busana Unisex
Senin / 27-07-2026, 18:00 WIB
Robocop 2014 Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini, Simak Sinopsisnya
Senin / 27-07-2026, 18:00 WIB
Indosat Kantongi Spektrum Baru, Jangkauan 5G Makin Luas
Senin / 27-07-2026, 18:00 WIB
Krisis Baterai GAC Aion S: 213.000 Unit Diduga Cacat Manufaktur
Senin / 27-07-2026, 18:00 WIB
Honda QC3 Meluncur di India, Motor Listrik dengan Jarak Tempuh 145 Km
Senin / 27-07-2026, 17:56 WIB
213 Pelanggar Lalu Lintas di Jakarta Pusat Terjaring ETLE, Didominasi Tak Pakai Helm
Senin / 27-07-2026, 17:56 WIB
Harga Far Cry 6 Anjlok ke Rp700 di Microsoft Store, Benarkah?
Senin / 27-07-2026, 17:56 WIB
Pemerintah Mulai Bahas Spektrum 6G, Lelang 5G Baru Rampung
Senin / 27-07-2026, 17:56 WIB
Polisi Bantah Tilang Khusus Ban Motor Gundul, Aturan Lama yang Disalahartikan
Senin / 27-07-2026, 17:49 WIB
Bukan Sekadar Bisnis, Ini Alasan Keselamatan di Balik Ketatnya Aturan Bagasi Kabin
Senin / 27-07-2026, 17:49 WIB
Igor Tolic Puji Kekompakan Persib Usai Kalahkan Arema di Piala Presiden
Senin / 27-07-2026, 17:49 WIB
Usai Libur Sekolah, MBG Bikin Harga Ayam dan Telur Meroket
Senin / 27-07-2026, 17:49 WIB
Mojtaba Khamenei Puji Hizbullah Usai Terima Surat Sumpah Setia, Serukan Jihad
Senin / 27-07-2026, 17:42 WIB
Dokter Muda Diduga Lompat dari Lantai 18 Apartemen Kalibata, Ibu Kunci Pintu
Senin / 27-07-2026, 17:42 WIB







