Bentuk bodinya cenderung mengotak mirip dengan konsep Air ev, namun hadir dengan proporsi yang terasa jauh lebih modern.

Perbedaan besar terlihat pada penggunaan konfigurasi empat pintu yang membuat akses penumpang ke baris belakang menjadi jauh lebih mudah.

Dari sisi samping, desain bodi yang tegak lurus membantu mengoptimalkan kelegaan ruang kabin kendaraan.

Penyegaran visual juga terlihat dari kombinasi warna dua ton dengan perpaduan bodi bernuansa silver kebiruan dan atap berwarna hitam.

Garis karakter bodi dibuat minimalis yang mengalir dari depan hingga belakang tanpa lekukan agresif.

Kaca samping yang dirancang cukup besar diperkirakan mampu membantu visibilitas pengemudi secara optimal.

Fitur ini sangat berguna saat pengemudi harus bermanuver di tengah situasi jalanan perkotaan yang padat.

>>> Aksi Unjuk Rasa di Depan DPR/MPR Picu Kemacetan di Jakarta

Detail Minimalis dan Efisiensi Aerodinamika

Beberapa detail kecil tetap disematkan untuk membuat mobil listrik minimalis ini tampil memikat.

Salah satunya terlihat pada penutup roda yang mengusung desain menyerupai kelopak bunga.

Desain penutup roda tersebut tidak hanya memberikan kesan unik pada eksterior, tetapi juga diklaim mampu meningkatkan efisiensi aerodinamika kendaraan.

Sisi bawah bodi dilengkapi aksen plastik hitam yang berfungsi sebagai pelindung sekaligus memperkuat kesan modern.

Kaca spion samping dirancang dengan kelir hitam mengilap yang senada dengan warna atap.

Secara menyeluruh, rancangan mobil baru ini terasa lebih matang jika dibandingkan dengan Air ev yang saat ini dipasarkan oleh Wuling di Indonesia.

Dugaan mengenai identitas asli mobil ini kian menguat setelah Wuling diketahui telah mendaftarkan nama Aira ev.

Nama tersebut resmi terdaftar dalam laman Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI).