Pemerintah mengumumkan rencana pengurangan kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026. Langkah ini dilakukan setelah perhitungan ulang dan pembenahan tata kelola menyeluruh.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa penataan dilakukan bersama Kementerian Keuangan dan Badan Gizi Nasional (BGN).

>>> Indofood Luncurkan Kembali Indomie Goreng Cabe Ijo Ukuran Jumbo

"Bukan pemangkasan, tapi dari hasil perhitungan, kami meyakini akan ada pengurangan kebutuhan anggaran," ujarnya.

Pemerintah menetapkan anggaran MBG tahun 2026 sebesar Rp268 triliun.

Penataan menyeluruh ditargetkan selesai dalam satu bulan ke depan untuk mempercepat penyaluran ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Prasetyo Hadi menambahkan bahwa sebagian besar program berjalan sesuai SOP. Namun, ada klaster yang perlu ditata ulang, termasuk prioritas daerah 3T agar segera mendapatkan manfaat.

Selain fokus pada daerah 3T, pemerintah berupaya meningkatkan jumlah penerima dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam waktu dua pekan.

>>> Rupiah Menguat Picu Aksi Beli di Pasar Obligasi SUN

Refocusing sekolah penerima manfaat juga dilakukan.

Evaluasi terhadap titik Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) menjadi fokus utama.

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan pembengkakan jumlah titik operasional dari rencana awal 21.000 menjadi 27.877 titik.

Pembengkakan tersebut mencakup lonjakan titik SPPG di daerah 3T dari target 2.000 menjadi 8.617 titik. Hal ini berpotensi memicu pemborosan anggaran hingga Rp12 triliun per tahun.

>>> Honda Racing Indonesia Andalkan Civic Type R Turbo di MFoS 2026

Kepala BGN Nanik S Deyang menegaskan pihaknya langsung mengambil langkah efisiensi. Langkah awal adalah memberlakukan moratorium pembukaan titik dan dapur baru untuk menata kembali 27.877 titik operasional.