Luapan air dari sungai tersebut kemudian merendam daerah-daerah dataran rendah di sekitar gurun.

Para ahli menyatakan bahwa meskipun banjir musiman ini dapat memunculkan oasis sementara, kawasan hijau tersebut tidak akan bertahan lama karena tingkat kelembapan yang rendah dan penguapan ekstrem di pedalaman gurun.

Meski aliran air ini membawa dampak positif bagi irigasi hutan lokal, otoritas setempat mengkhawatirkan adanya ancaman serius terhadap infrastruktur di wilayah tersebut.

"Banjir ekstrem dapat menghancurkan jalan raya, jalur kereta api, dan fasilitas minyak dan gas, sehingga menimbulkan risiko bencana yang signifikan," kata Sun Qianqian, seorang analis di Badan Meteorologi China, kepada CCTV.

>>> Mengintip Kemewahan Hotel Timnas di Piala Dunia 2026

"Selama musim banjir, penduduk dan pelancong di wilayah ini harus memantau peringatan resmi dengan saksama, menyesuaikan rencana perjalanan mereka, dan memprioritaskan keselamatan," tambah Sun.