Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengklaim bahwa FIFA telah mencabut alokasi tiket bagi pendukung tim nasional mereka untuk tiga pertandingan babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

Keputusan ini diumumkan pada Jumat (12/6/2026) dan memicu reaksi keras dari pihak Iran.

>>> Bintang Internasional Meriahkan Upacara Pembukaan Piala Dunia 2026 di Meksiko

Mereka menilai langkah FIFA bermuatan politis, terutama di tengah memanasnya hubungan diplomatik kedua negara akibat konflik militer sejak 28 Februari lalu.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip Associated Press, FFIRI menyatakan, "Insiden ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai pengaruh pertimbangan non-olahraga dan politik dalam penyelenggaraan ajang sepak bola terbesar di dunia."

FIFA menyatakan sedang mengupayakan jalan keluar bersama perwakilan Iran agar para pendukung tetap bisa menyaksikan pertandingan secara langsung.

Presiden FIFA Gianni Infantino dilaporkan telah menemui pihak Iran di Turki untuk menjanjikan bantuan logistik.

Selain persoalan tiket, timnas Iran menghadapi kendala besar karena sejumlah ofisial tidak mendapatkan visa masuk ke Amerika Serikat.

>>> Bayern Munchen Pangkas Harga Kim Min-jae demi Lancarkan Transfer ke Juventus

Skuad yang berisi 26 pemain tersebut bahkan harus memindahkan lokasi pemusatan latihan ke Tijuana, Meksiko, karena kompetisi domestik mereka terhenti akibat perang.

Pemerintah AS menerapkan pemeriksaan ketat terhadap setiap individu yang masuk, terutama yang diduga memiliki afiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Direktur Eksekutif Fare Network, Powar, yang merupakan mitra pemantau anti-diskriminasi FIFA, mengatakan, "Sebelum bola ditendang, muncul keraguan apakah ini perayaan kemanusiaan global atau sekadar kebijakan imigrasi yang kental dengan unsur politis."

Hingga saat ini, kejelasan status ribuan tiket untuk pendukung Iran masih belum menemui titik terang.

>>> Megawati Hangestri Resmi Gabung Suwon Hyundai E&C Hillstate Musim Depan

Jika pembatalan tersebut bersifat permanen, FIFA harus segera menjual kembali sekitar 5.600 tiket yang tersisa menjelang pertandingan pembuka antara Iran melawan Selandia Baru.