Negosiasi telah menyentuh tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan didukung sejumlah negara Timur Tengah.

Kepala Strategi Valuta Asing National Australia Bank, Ray Attrill, menyatakan peluang kesepakatan damai kini terlihat semakin nyata.

"Jika muncul sinyal positif dari Iran, probabilitas tercapainya kesepakatan damai bisa meningkat secara signifikan," ujarnya dilansir dari Reuters.

Optimisme ini menekan harga minyak dunia hingga level terendah dalam dua bulan terakhir.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merosot 1,9% ke US$ 86,08 per barel setelah turun 2,6% pada hari sebelumnya.

Harga minyak Brent juga melemah 1,5% ke US$ 89,08 per barel. Komoditas ini telah terkoreksi hampir 3% pada sesi sebelumnya.

Meredanya kekhawatiran inflasi global akibat penurunan harga minyak mendorong pemodal kembali memburu aset berisiko. Indeks Nikkei Jepang melonjak 4,3%, sedangkan KOSPI Korea Selatan melesat 8,3%.

>>> Kemenhaj Beri Tips Hindari Penawaran Badal Haji Fiktif

Bursa Australia yang didominasi saham komoditas alam turut terkerek naik 1,8%. Perkembangan ini mempertegas dominasi sentimen risk-on di pasar keuangan global.