Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2026 Jadi 2,5 Persen
Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2026 menjadi 2,5 persen.
Keputusan ini dipicu oleh dampak konflik bersenjata di Timur Tengah yang mengganggu pasokan energi dan memicu inflasi global.
>>> Gwyneth Paltrow Dikritik Usai Bintangi Iklan Properti Mewah di Israel
Laporan Global Economic Prospects terbaru menunjukkan bahwa ekonomi dunia berisiko melambat hingga 1,3 persen jika gangguan pasokan energi semakin memburuk.
Pertumbuhan ekonomi global pada 2025 tercatat mencapai 2,9 persen.
Eskalasi konflik sejak Februari 2026 akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran memicu penutupan Selat Hormuz.
Kondisi ini mendorong harga minyak mentah Brent melonjak dengan perkiraan rata-rata mencapai US$ 94 per barel sepanjang tahun 2026.
Dampak terhadap Negara-Negara di Dunia
Bank Dunia juga memangkas prospek pertumbuhan ekonomi bagi dua pertiga negara di dunia. Kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara mengalami penurunan paling tajam menjadi 1,6 persen.
Ekonomi China diproyeksikan melambat ke angka 4,2 persen, sementara Amerika Serikat diperkirakan tumbuh 2,2 persen.
>>> Bank Sentral Georgia Borong Emas Senilai Rp 1,79 Triliun
India tetap menjadi ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat mencapai 6,6 persen.
Deputi Kepala Ekonom Bank Dunia, Ayhan Kose, menyatakan bahwa kombinasi tekanan di sektor energi dan pasar keuangan berpotensi saling memperkuat.
Hal ini dapat memperburuk prospek ekonomi global dalam waktu singkat.
Kepala Ekonom Bank Dunia, Indermit Gill, menambahkan bahwa ekonomi global saat ini jauh lebih rentan dibandingkan saat krisis keuangan 2008 maupun periode sebelum pandemi.
Ketidakpastian kebijakan yang tinggi, inflasi persisten, dan suku bunga tinggi menjadi faktor utama.
>>> Fulham Dekati Alvaro Arbeloa untuk Gantikan Marco Silva
Faktor jangka panjang seperti pelemahan investasi swasta, tingginya utang pemerintah, dan melambatnya perdagangan internasional diperkirakan tetap membebani pemulihan ekonomi dunia hingga periode 2027-2028.
Update Terbaru
Tecno Luncurkan Pova 8 5G dengan Baterai Jumbo 8.000mAh
Jumat / 12-06-2026, 08:36 WIB
PT Pyridam Farma Tbk Tunda Rights Issue Akibat Pasar Belum Kondusif
Jumat / 12-06-2026, 08:36 WIB
Pemerintah Tetapkan Libur Nasional Tahun Baru Islam 16 Juni 2026
Jumat / 12-06-2026, 08:36 WIB
Rupiah Melemah Terbatas ke Rp17.925 per Dolar AS Akibat Tekanan Energi
Jumat / 12-06-2026, 08:36 WIB
Wamenperin: Pelemahan Rupiah Tak Berdampak Signifikan ke Industri Tekstil
Jumat / 12-06-2026, 08:36 WIB
Davide Tardozzi Takjub Marc Marquez Menang di MotoGP Hungaria 2026
Jumat / 12-06-2026, 08:32 WIB
Bahlil Tegaskan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Pasar, Pertalite dan Biosolar Aman
Jumat / 12-06-2026, 08:31 WIB
Dolar AS Stabil Jelang Akhir Pekan 12 Juni 2026 Saat Tensi Geopolitik Melandai
Jumat / 12-06-2026, 08:31 WIB
Sektor Pariwisata Piala Dunia 2026 Lesu, Hotel dan Penerbangan Terpukul
Jumat / 12-06-2026, 08:29 WIB
Republik Ceko Hadapi Korea Selatan di Laga Pembuka Grup A Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 08:29 WIB
Isuzu VehiCROSS dengan Lexus V8 Laku US$12.000 di Lelang
Jumat / 12-06-2026, 08:29 WIB
Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Indonesia Capai 93.839 Unit per Mei 2026
Jumat / 12-06-2026, 08:28 WIB
Piala Dunia 2026 Sepi Peminat, Sektor Pariwisata AS Alami Penurunan
Jumat / 12-06-2026, 08:28 WIB
BEM SI Ultimatum 18 Hari ke Pemerintah Atasi Pelemahan Rupiah
Jumat / 12-06-2026, 08:28 WIB






