Aktris peraih Oscar Gwyneth Paltrow menjadi sasaran kritik warganet setelah tampil dalam kampanye pemasaran proyek properti mewah di Israel.

Proyek tersebut bernama 51 Park, sebuah kompleks hunian mewah yang terdiri dari dua menara setinggi 51 lantai, berlokasi di Herzliya, kota pesisir utara Tel Aviv.

>>> Bank Sentral Georgia Borong Emas Senilai Rp 1,79 Triliun

Dalam video promosi, Paltrow digambarkan memulai pagi di New York, lalu menuju mobil dan berkata, "Herzliya, Israel," sambil tersenyum kepada sopir.

Unggahan itu langsung memicu reaksi negatif.

Seorang pengguna media sosial menulis, "Gwyneth Paltrow mempromosikan penthouse senilai US$ 10 juta di Herzliya saat Gaza terbakar dan Lebanon berdarah."

>>> Fulham Dekati Alvaro Arbeloa untuk Gantikan Marco Silva

Kritik juga menyasar istilah "conscious uncoupling" yang pernah dipopulerkan Paltrow saat bercerai dengan Chris Martin. Seorang warganet menyindir bahwa ia telah "secara sadar berpisah dari moralitas."

Meski tidak mengunggah video tersebut di Instagram pribadinya, nama Paltrow tetap terseret dalam perdebatan publik. Sebagian pihak justru mendukungnya karena dianggap berani pada prinsip.

>>> FIFA Terapkan Regulasi Baru untuk Percepat Tempo Piala Dunia 2026

Paltrow diketahui memiliki latar belakang keluarga Yahudi-Kristen dan sebelumnya pernah menyuarakan dukungan bagi para sandera di Gaza selama konflik Israel-Hamas.