"From the beginning, the status of the negotiations was clear to us, and a large portion of the text had already been finalized.

However, the Americans kept changing their positions," kata Baghaei.

Baghaei menjelaskan bahwa Qatar dan Pakistan aktif bertindak sebagai mediator, namun langkah militer sepihak dari Amerika Serikat dinilai telah mengganggu jalannya proses diplomasi dan membuat keamanan Selat Hormuz menurun.

"So far, Iran has not reached a final decision regarding any agreement," tegas Baghaei.

Pihak Teheran menegaskan posisi tawar mereka tetap kuat dan menolak segala bentuk kompromi yang melanggar batas aman kedaulatan negara.

Sementara itu, media pemerintah Iran Fars melaporkan lewat Telegram bahwa posisi AS yang melunak merupakan bentuk mundur taktis setelah gagal memaksakan klausul baru ke dalam draf mentah yang sebelumnya diajukan oleh pihak Iran.

Fars menambahkan bahwa peluang peninjauan kembali naskah memorandum tersebut tetap terbuka mengingat pihak Washington pada akhirnya bersedia menerima poin-poin tekstual yang diusulkan oleh pihak Teheran.

Dari pihak sekutu AS, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi adanya komunikasi telepon langsung dengan Trump mengenai rincian pembatasan nuklir Iran tersebut.

>>> Jaksa Agung Florida Gugat OpenAI dan CEO Sam Altman

Meskipun Israel tidak terlibat langsung dalam negosiasi, Netanyahu menyampaikan apresiasi atas komitmen AS untuk memastikan kesepakatan final mencakup pembatasan ketat terhadap kapabilitas nuklir serta pergerakan regional Iran.