PT Phapros Tbk (PEHA) menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp4,12 miliar kepada para pemegang saham.

Keputusan ini diambil dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 yang digelar pada Kamis (11/6/2026).

>>> Ahli Ungkap Alasan Ilmiah Garam Bisa Kurangi Rasa Pahit Kopi

Pembagian dividen ini menjadi kabar baik setelah perseroan tidak membagikan dividen selama dua tahun berturut-turut, yakni tahun buku 2024 dan 2023.

Direktur Utama PEHA, Intan Abdams Katoppo, menyatakan rasa syukur karena pemegang saham akhirnya dapat kembali menerima dividen.

Rasio pembayaran dividen tersebut setara dengan 15 persen dari total laba bersih perseroan. Sepanjang tahun 2025, PEHA berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp27,44 miliar.

Kinerja Keuangan yang Solid

Keberhasilan ini didorong oleh pertumbuhan penjualan dua digit serta efisiensi operasional.

Penjualan bersih PEHA tahun 2025 mencapai Rp940,88 miliar, naik 26,34 persen secara tahunan dengan pertumbuhan di seluruh segmen produk.

Biaya produksi per unit berhasil ditekan sebesar 5,41 persen, sementara beban usaha menyusut 14,64 persen secara tahunan.

Kondisi keuangan perusahaan dinilai sehat, solid, berarus kas kuat, serta memiliki fundamental bisnis yang kokoh.

>>> Harga Emas Perhiasan Stabil di Raja Emas, Hartadinata, dan Laku Emas 12 Juni 2026

Sisa laba bersih setelah pemotongan dividen akan dialokasikan sebagai laba ditahan untuk dana cadangan dan belanja modal kepatuhan industri farmasi.

Langkah ini diambil untuk memastikan pemenuhan regulasi yang ketat di sektor tersebut.

Intan Abdams Katoppo menambahkan bahwa perseroan terus berupaya menjaga keberlanjutan profitabilitas. Hal ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham pada tahun-tahun berikutnya.

Tren positif berlanjut hingga kuartal I/2026 dengan lonjakan laba bersih sebesar 112,86 persen secara tahunan.

Nilai penjualan pada tiga bulan pertama tahun 2026 terkerek 10,17 persen menjadi Rp221,09 miliar.

Kondisi arus kas perseroan per 31 Maret 2026 berada di angka Rp37,2 miliar, naik signifikan dibandingkan periode sama tahun lalu yang minus Rp19,6 miliar.

Saldo kas juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 165 persen.

>>> Ogah Boros, Miliuner Ini Pilih Ngontrak Dibanding Beli Rumah

Intan Abdams Katoppo menyatakan akan memperkuat strategi pemasaran dan proses operasional yang efisien. Meskipun menghadapi tantangan domestik dan global, perseroan yakin mampu mengatasinya dengan strategi yang tepat.