Harga emas global mengalami pelemahan akibat tekanan jual yang kuat pada Jumat (12/6/2026).

Meski demikian, para analis menilai penurunan ini sebagai koreksi wajar dan justru menjadi peluang menarik bagi investor jangka panjang.

>>> Harga Bitcoin Anjlok ke Level 60.000 Dolar AS, Valuasi Pasar Kripto Terkikis

Berdasarkan data pergerakan pasar terbaru, harga emas tercatat naik tipis 0,18 persen ke level US$ 4.218,16 per ons troi.

Sebelumnya, harga sempat melonjak hingga kisaran US$ 5.500 per ons troi.

Proyeksi dan Peluang Investasi

Ekonom Kehormatan Universitas Bayreuth Jerman, Polleit, mengatakan reaksi pasar seperti itu tidak mengejutkan setelah kenaikan yang sangat tajam.

Ia memproyeksikan harga berpotensi turun di bawah level psikologis US$ 4.000 dengan zona penyangga kuat pada kisaran US$ 3.900 per ons troi.

"Saya tidak keberatan membeli emas di sekitar US$ 4.000 per ons troi.

>>> Korea Selatan Tantang Ceko di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Mungkin turun sedikit lagi, tetapi untuk investasi lima tahun atau lebih, level ini tetap menarik," ujarnya dikutip dari Kitco News.

Polleit juga melihat kondisi sistem keuangan global yang rapuh dan dominasi fiskal akibat tingginya utang pemerintah negara maju akan terus menyudutkan bank sentral.

"Imbal hasil riil obligasi kemungkinan akan tetap negatif. Itu menjadi salah satu alasan mengapa emas masih memiliki prospek kenaikan yang kuat," jelasnya.

Menurutnya, kenaikan inflasi saat ini lebih dipicu oleh faktor biaya energi daripada ekspansi jumlah uang beredar.

Kebijakan suku bunga agresif dinilai tidak efektif dan justru berisiko memicu resesi.

>>> PT Brahma Binabakti Renovasi Rumah Warga Jambi Cegah DBD dan TBC

"Argumen untuk memiliki emas saat ini bahkan lebih kuat dibandingkan beberapa tahun lalu. Saya semakin yakin bahwa memegang emas adalah keputusan yang tepat," tegasnya.