Rencana penandatanganan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran masih diselimuti ketidakpastian.

Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan dapat diteken akhir pekan ini, namun pihak Iran menegaskan belum ada keputusan final.

>>> Meksiko Taklukkan Afrika Selatan 2-0 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Konflik yang telah berlangsung tiga bulan ini menimbulkan ribuan korban jiwa. Perang tersebut juga berdampak besar pada stabilitas ekonomi global akibat lonjakan harga minyak dunia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan sebagian besar isi dokumen perjanjian sudah rampung. Namun, Iran tidak akan mengorbankan kepentingan strategis yang menjadi batas tegas negara.

"Kami belum mencapai kesimpulan akhir mengenai masalah ini.

Ini merupakan isu yang sangat penting dan saat ini masih dalam proses peninjauan oleh lembaga-lembaga pengambil keputusan terkait," kata Baghaei.

Meskipun Iran bersikap hati-hati, Trump justru menunjukkan optimisme tinggi saat memberikan keterangan di Gedung Putih. Pihak Washington mengklaim penyelesaian besar dalam perang dengan Iran telah tercapai.

"Selat Hormuz akan dibuka secara resmi segera setelah kami menandatangani kesepakatan. Itu bisa terjadi segera, sangat segera, mungkin akhir pekan ini di Eropa," ujar Trump.

Trump juga menyatakan rancangan kesepakatan yang dibahas merupakan memorandum kesepahaman konseptual yang kuat. Fokus utama Amerika Serikat adalah memastikan Iran tidak memiliki kemampuan memproduksi senjata nuklir.

"Kami memiliki kesepakatan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Itulah tujuan utama dari seluruh proses yang telah kami lalui," kata Trump.

>>> Kemenkop Integrasikan Koperasi Desa Merah Putih ke Program Makan Bergizi Gratis

Pernyataan optimis Trump ini keluar setelah dirinya membatalkan rencana serangan militer baru ke Iran.