Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran berpotensi ditandatangani paling cepat akhir pekan ini, Jumat (12/6/2026).

Penurunan harga komoditas ini terjadi setelah operasi militer AS selama dua hari sempat memicu ketidakpastian global terkait kelanjutan penyelesaian konflik kedua negara.

>>> Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok Imbas Isu Damai AS dan Iran

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli merosot 2,5 persen menuju level US$85,50 per barel pada pukul 6:04 waktu Singapura.

Sebelumnya, pada penutupan Kamis, WTI sudah melemah 2,6 persen.

Komoditas minyak Brent untuk penyelesaian Agustus juga mencatat pelemahan harga sebesar 2,9 persen dan ditutup pada posisi US$90,38 per barel pada perdagangan Kamis.

Sebelum pengumuman jeda serangan, Trump sempat melontarkan ancaman untuk kembali menggempur Iran serta menguasai fasilitas infrastruktur minyak milik negara tersebut.

>>> AS Luncurkan Serangan Udara Baru ke Iran, Trump Tuduh Teheran Mengulur Waktu

Pernyataan sepihak mengenai kesepakatan yang semakin dekat ini dikeluarkan oleh Washington tanpa adanya konfirmasi resmi dari pemerintah Teheran.

Ketegangan bersenjata antara kedua belah pihak sebelumnya telah mengakibatkan penghentian total jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak.

Blokade pada jalur laut tersebut sempat menyumbat pasokan penting minyak mentah, bahan bakar, dan gas alam untuk pasar global sekaligus memicu kenaikan laju inflasi dunia.

Pihak Teheran sendiri dilaporkan belum memberikan persetujuan terhadap naskah perjanjian apa pun dengan AS menurut laporan kantor berita semi-resmi Fars.

>>> Igor Tolic Sambut Positif Keikutsertaan Persib Bandung di ASEAN Club Championship

Operasi militer berupa serangan udara ke wilayah Republik Islam Iran diluncurkan militer AS pada Kamis pagi setelah tuduhan Trump mengenai upaya Iran mengulur waktu dalam negosiasi perdamaian.