Aksi jual bersih investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali berlanjut pada Kamis (11/6/2026). Nilai net sell mencapai Rp 252,6 miliar di seluruh pasar.

Akumulasi net sell investor asing sepanjang tahun berjalan kini mencapai Rp 67,6 triliun berdasarkan data resmi BEI.

>>> Dokter Ungkap Kerusakan Tubuh Akibat Merokok Berlangsung Lambat

Saham yang Panyakit Terjual dan Diburu

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi target penjualan terbesar di pasar reguler dengan net sell Rp 203,7 miliar.

Tekanan jual juga melanda saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp 166,9 miliar dan PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 145 miliar.

Di sisi lain, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi buruan utama dengan net buy tertinggi Rp 387,9 miliar.

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat net buy Rp 97,1 miliar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 16,3 poin atau 0,28 persen ke level 5.886 pada penutupan perdagangan.

>>> PT Bukit Asam Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp1,32 Triliun

Sebanyak 439 saham turun, 282 saham naik, dan 238 saham stagnan. Total nilai transaksi harian mencapai Rp 22 triliun.

Sektor keuangan memimpin penguatan dengan kenaikan 1,3 persen, disusul kesehatan 0,74 persen, properti 0,7 persen, infrastruktur 0,56 persen, dan teknologi 0,54 persen.

Pelemahan terdalam dialami sektor barang baku yang merosot 4,2 persen, diikuti energi 2,1 persen, transportasi 1,4 persen, perindustrian 0,79 persen, barang konsumen primer 0,6 persen, dan non-primer 0,5 persen.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut penurunan IHSG searah dengan koreksi di bursa Asia.

Sentimen eksternal dipicu konflik AS-Iran dan inflasi AS 4,2 persen yang memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi.

>>> Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi dan LPG Tidak Berubah

Faktor domestik turut memengaruhi, yaitu kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax yang berpotensi menekan daya beli dan meningkatkan beban subsidi energi.