Dewan Pembina Garudayaksa FC Academy, Fary Djemy Francis, memprediksi Piala Dunia 2026 akan melahirkan juara baru.

Menurutnya, persaingan kini lebih ditentukan oleh kedalaman skuad dan kualitas sistem, bukan sekadar nama besar tim.

>>> Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U19 vs Australia U19 di Semifinal Piala AFF U19 2026

Turnamen edisi ke-23 yang diikuti 48 negara ini akan dibuka dengan laga Meksiko melawan Afrika Selatan pada Jumat, 12 Juni 2026 dini hari.

Format baru dengan jumlah peserta lebih banyak dinilai membuka peluang bagi negara-negara dengan pembinaan talenta solid.

Fary menyoroti potensi Belanda dan Jepang sebagai dua kekuatan disruptif. "Keberhasilan kini ditentukan oleh kualitas sistem dan kemampuan beradaptasi.

Belanda dan Jepang menjadi dua kekuatan disruptif yang layak diperhitungkan," ujarnya.

Belanda tergabung di Grup F bersama Jepang, Swedia, dan Tunisia.

Tim asuhan Ronald Koeman dinilai memiliki kombinasi ideal antara pemain senior dan talenta muda dari liga-liga elite Eropa.

>>> Indodax Borong Dua Penghargaan di Anugerah Ksatria CFX 2026

"Belanda sering tampil efektif justru saat ekspektasi publik tidak terlalu tinggi. Mereka berpotensi menyingkirkan para unggulan hingga mencapai partai puncak," tambah Fary.

Sementara itu, Jepang mendapat apresiasi atas keberhasilan membangun sepak bola modern yang efisien melalui disiplin kolektif dan investasi jangka panjang, seperti visi J.

League.

"Jepang telah membuktikan bahwa batas antara negara favorit dan nonfavorit kini semakin tipis.

Jika Belanda atau Jepang berhasil mengangkat trofi pada 20 Juli nanti, Piala Dunia 2026 akan dikenang sebagai titik awal tatanan baru sepak bola dunia," tutup Fary.

>>> Zach Aguilar Kepincut Wuthering Waves Saat Livestream Kolaborasi

Sebelumnya, ribuan penggemar sepak bola di Kota Sorong, Papua Barat Daya, menggelar konvoi replika piala dunia sejauh 20 kilometer pada Minggu, 7 Juni 2026, sebagai bentuk dukungan terhadap kompetisi ini.