"Kalaupun memiliki sumber daya untuk membeli semuanya, pertanyaan berikutnya adalah mau membeli yang mana. Karena brand begitu banyak, supplier begitu banyak, dan yang terlibat juga sangat banyak," ucapnya.

>>> Toy Story 5 Dapat Pujian dari Penonton Perdana

Masalah integrasi sistem kini kian krusial seiring melonjaknya kebutuhan korporasi terhadap talenta digital. Selain itu, diperlukan pula platform orkestrasi serta kebijakan pendukung agar transformasi digital berjalan menyeluruh.

XLSmart for Business berupaya menjembatani bermacam komponen yang tersebar di ekosistem digital tersebut.

Sebagai penyedia jasa telekomunikasi, perusahaan mengklaim punya pengalaman mumpuni dalam mengorkestrasi elemen teknologi untuk operasional internal.

"Saya coba gambarkan dalam satu kapal induk, inilah XLSmart for Business.

Karena kami di dunia telekomunikasi, hidup kami sehari-hari adalah mengorkestrasi tujuh pilar digital ini untuk kebutuhan kami sendiri," kata dia.

Andrijanto mengungkapkan bahwa XLSmart merupakan entitas hasil penggabungan antara XL Axiata dan Smartfren. Perusahaan gabungan ini secara resmi telah beroperasi selama kurang lebih 1 tahun 4 bulan.

Operasional korporasi saat ini bertumpu pada tiga lini bisnis utama. Sektor tersebut meliputi layanan konsumen (consumer), layanan internet rumah (home broadband), serta layanan bisnis atau enterprise.

Melalui ajang Bravo 500 Summit 2026 yang mengangkat tema "AI dan Integrasi Data", perusahaan ingin membangun wadah kolaboratif.

Forum ini menyasar para pelaku industri, regulator, dan pemangku kepentingan guna mendalami laju teknologi.

"Forum ini menjadi sangat penting agar para CEO, C-Level, pelaku industri, hingga regulator dapat menambah wawasan, memperluas relasi, dan berkolaborasi untuk bertumbuh bersama.

>>> Daftar Selebriti Korea yang Putus Setelah Pacaran Lama

Mari kita hadirkan solusi untuk korporasi dan solusi untuk negeri," tutupnya.