FIFA secara resmi memperkenalkan lagu anthem bertajuk DNA untuk menyambut FIFA World Cup 2026. Lagu ini langsung menarik perhatian publik global karena menghadirkan kolaborasi musisi lintas genre.

DNA mempertemukan penyanyi tenor legendaris Andrea Bocelli dengan produser musik elektronik David Guetta. Rapper Megan Thee Stallion dan penyanyi asal Korea Selatan, EJAE, juga turut ambil bagian.

>>> Kanada Sambut Piala Dunia 2026 dengan Jalur Bawah Tanah Terbesar di Dunia

Keempat nama besar ini membawa perpaduan genre yang unik. Bocelli menyumbangkan sentuhan opera klasik, sementara Guetta menghadirkan nuansa electronic dance music.

Megan Thee Stallion memberikan energi hip-hop modern melalui rap yang kuat. EJAE melengkapi komposisi dengan nuansa pop kontemporer yang dikenal luas.

FIFA ingin menghadirkan karya musik yang merepresentasikan keberagaman budaya. DNA tidak hanya sebagai lagu promosi, melainkan anthem resmi yang kini tersedia di berbagai platform streaming.

>>> Bank Indonesia Proyeksikan Penjualan Eceran Mei 2026 Terkontraksi

Simbol Persatuan Tiga Negara Tuan Rumah

Untuk pertama kalinya, Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Sebanyak 16 kota akan menjadi tuan rumah turnamen ini.

Melalui DNA, FIFA ingin menyampaikan simbol persatuan lintas budaya. Judul lagu ini dinilai selaras dengan gagasan bahwa sepak bola telah menjadi bagian dari DNA masyarakat.

Penggabungan opera, EDM, pop, dan rap bertujuan menjangkau audiens yang lebih luas. Langkah ini mencerminkan wajah baru Piala Dunia yang semakin inklusif dan global.

>>> PT Bangun Kosambi Sukses Tbk Targetkan Marketing Sales Rp563 Miliar pada 2026

Video resmi DNA sudah dapat disaksikan melalui kanal YouTube FIFA World Cup. Tayangan tersebut menampilkan konsep visual yang kuat sebagai bagian dari identitas turnamen edisi 2026.