Pemerintah memproyeksikan alokasi dana untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan lebih efisien dari estimasi awal yang mencapai Rp 268 triliun pada tahun anggaran 2026.

Penurunan ini direncanakan setelah rampungnya penataan dan evaluasi total terhadap realisasi program di lapangan.

>>> Anwar Sanjaya Minta Polisi Tegakkan Keadilan Kasus Penipuan Umrah Hanania Group

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan langkah ini bukan pemotongan sepihak, melainkan kalkulasi ulang yang diselaraskan dengan kebutuhan nyata pasca-evaluasi.

"Bukan pemangkasan, tetapi dari hasil perhitungan kita meyakini akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari program makan bergizi gratis ini," kata Prasetyo di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Koreksi ini juga dipengaruhi laporan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan adanya temuan praktik transaksi jual-beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kondisi tersebut memicu pembengkakan jumlah titik operasional.

Rencana awal pembangunan dapur MBG sebanyak 21 ribu titik melonjak drastis hingga 27.877 titik akibat praktik tersebut.

"Temuan-temuannya Bu Nanik, tadi dilaporkan, dia sudah kita bahas juga berkali-kali, tetapi sampai kepada angka-angka ini, yang perlu penataan dan pembenahan lebih lanjut," ucap Zulkifli Hasan seusai rapat koordinasi bersama jajaran menteri terkait.

>>> Kejaksaan Agung Pelajari Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Menteri Keuangan Purbaya saat ini menanti hasil kalkulasi final dari BGN untuk merumuskan angka pasti penyesuaian anggaran program tersebut.

Defisit APBN 2027 Disepakati

Di sektor makroekonomi, Komisi XI DPR bersama pemerintah telah menyepakati ambang batas defisit APBN 2027. Angka defisit disetujui berada pada rentang 1,8% hingga 2,4% terhadap PDB.