Pemerintah Indonesia sedang mengkaji opsi pengurangan jatah program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa di sekolah elite.

Jatah yang dikurangi itu akan dialihkan ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

>>> Javier Aguirre Waspadai Afrika Selatan Menjelang Laga Pembuka Piala Dunia

Evaluasi penataan ulang program prioritas ini ditargetkan berjalan dalam satu bulan ke depan.

Rencana tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Jakarta Pusat pada Kamis, 11 Juni 2026.

Menurut Zulkifli Hasan, pemerintah kini berfokus mempercepat pemerataan manfaat program bagi wilayah yang masih tertinggal.

"Misalnya sekolah-sekolah yang bagus ini akan dilakukan dalam satu bulan ini, sekolah-sekolah yang elit ya memang enggak memerlukan makan bergizi, tentu nanti akan dilihat ya," ujar Zulhas, sapaan akrab Zulkifli, dalam konferensi pers di kantor Kemenko Pangan.

Zulkifli Hasan menambahkan bahwa wilayah-wilayah 3T yang mengalami keterlambatan pelaksanaan program akan menjadi prioritas utama penataan ke depan.

"Nah ini akan ditata lebih lanjut karena kita akan fokus kepada yang terlambat ini, sangat terlambat, (yaitu daerah) 3T," ujar Zulhas.

Fokus pada 3T dan 3B

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang membenarkan adanya rencana pengurangan penerima manfaat di sekolah elite tersebut.

Selain wilayah 3T, pemerintah juga memprioritaskan kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kelompok 3B.

"Nanti kita fokus ke 3T. Fokus 3T sama 3B," ujar Nanik.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa percepatan penyaluran program di daerah 3T merupakan agenda mendesak agar masyarakat setempat segera mendapatkan manfaat dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

"Ada satu komponen yang menurut kami juga bagus untuk kita segera prioritaskan juga di daerah yang 3T untuk bisa secepatnya saudara-saudara kita mendapatkan manfaat dari program makan bergizi gratis ini," ujar Prasetyo.