Fakhrul secara khusus menyoroti pentingnya evaluasi dan reorganisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tujuan sosial program tetap tercapai dengan desain yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Menurut dia, kombinasi antara penyesuaian harga BBM, perbaikan kualitas belanja negara, dan perlindungan sosial yang memadai dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Ia menambahkan, berkurangnya beban subsidi energi berpotensi memperkuat kredibilitas fiskal Indonesia, meningkatkan kepercayaan investor, serta membantu meredakan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

>>> PTBA Setujui Dividen Rp 1,3 Triliun untuk Tahun Buku 2025

“Ketika pasar melihat pemerintah mampu mengendalikan risiko fiskal dan menjaga keberlanjutan APBN, maka tekanan terhadap rupiah akan berkurang secara bertahap dan arus modal dapat kembali masuk ke Indonesia,” tutup Fakhrul.