Aksi Jual Saham Bank Dinilai Sudah Kelewatan, Valuasi di Bawah Fundamental
Aksi jual (sell off) besar-besaran saham perbankan dinilai sudah kelewatan karena telah melampaui fundamental.
Penurunan saham bank yang berkisar 15-36% sepanjang 2026 membuat valuasi berada di -3 standar deviasi rata-rata lima tahun.
>>> TVRI Siarkan Langsung Piala Dunia 2026 Mulai 12 Juni
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mencatat penurunan valuasi tersebut mencerminkan kontraksi laba bersih BBRI 22,8%, BBCA 14,9%, BMRI 12,7%, dan BBNI 11,1%.
Namun, angka itu dinilai terlalu konservatif terhadap rekam jejak laba empat bank besar tersebut.
Berdasarkan catatan Investor Daily, laba empat bank besar itu masih tumbuh hingga April 2026.
BRIDS menilai bank-bank yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.
Keunggulan Masing-masing Bank
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memiliki cabang berkualitas tinggi.
Sementara itu, BBCA, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), dan PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) lebih resilien dari sisi margin.
>>> DPR Usul Integrasi Program Pro-Kesra Produktif dengan Koperasi Desa
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dinilai paling rentan terhadap deteriorasi kualitas aset. Dalam potensi kompresi NIM, BRIDS menilai BBCA memiliki CASA kuat yang paling defensif.
BRIDS menaikkan rating saham bank menjadi overweight. Saham pilihan teratas adalah BBCA, diikuti BTPS, karena memiliki ROA kuat dan leverage rendah.
Risiko yang dihadapi saham bank adalah deteriorasi kualitas aset dan kompresi NIM.
BRIDS merekomendasikan buy untuk BBCA dengan target harga Rp10.900, PER 11,5 kali, dan ROE 20,8%.
Selain itu, buy BMRI dengan target harga Rp6.200, PER 6,9 kali, dan ROE 18,8%.
Buy BBNI dengan target harga Rp4.700, PER 6,2 kali, dan ROE 11,8%.
>>> Akun Facebook Elmi Febrianti Ramai Ucapan Duka Setelah Insiden Tebing Apparalang
BRIDS juga merekomendasikan buy BRIS, BBTN, BTPS, dan BNGA dengan target harga masing-masing Rp3.100, Rp1.500, Rp1.400, dan Rp2.100.
Update Terbaru
BI dan China Perluas Kerja Sama Mata Uang Lokal dan Pembayaran QR Lintas Batas
Kamis / 11-06-2026, 16:01 WIB
Prasetyo Hadi Tegaskan Operasional Dapur MBG Harus Sesuai SOP
Kamis / 11-06-2026, 16:00 WIB
DPR Minta Kementerian Kehutanan Prioritaskan Mitigasi Bencana dalam Anggaran 2027
Kamis / 11-06-2026, 16:00 WIB
PT Sinar Terang Mandiri Tbk Ekspansi Layanan ke Luar Nikel
Kamis / 11-06-2026, 16:00 WIB
TECNO POVA 8 5G Resmi Meluncur di India, Baterai 8000mAh dan Layar 144Hz
Kamis / 11-06-2026, 15:56 WIB
TASPEN Edukasi ASN dan Pensiunan soal Keterbukaan Informasi
Kamis / 11-06-2026, 15:56 WIB
Bank Dunia: Ruang Fiskal Indonesia Tertekan, Defisit Dekat Batas UU
Kamis / 11-06-2026, 15:56 WIB
Poco F8 Ultra Kembali Tersedia di Seluruh Kanal Penjualan Resmi
Kamis / 11-06-2026, 15:53 WIB
Astra International Kuasai 56% Pasar Otomotif pada Mei 2026
Kamis / 11-06-2026, 15:53 WIB
Harga Emas Antam 11 Juni 2026 Stagnan Setelah Sempat Turun
Kamis / 11-06-2026, 15:52 WIB
BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,5% Respons Tekanan Rupiah
Kamis / 11-06-2026, 15:52 WIB
Bruno Fernandes Pecahkan Rekor Assist Liga Inggris Bersama MU
Kamis / 11-06-2026, 15:52 WIB
Zulkifli Hasan Targetkan Pembenahan Makan Bergizi Gratis Rampung Sebulan
Kamis / 11-06-2026, 15:52 WIB
AS Masukkan BYD ke Daftar Hitam Militer Pentagon
Kamis / 11-06-2026, 15:52 WIB






