Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo mengusulkan integrasi target 10 juta pengusaha dan pekerja dalam Program Kesejahteraan Rakyat (Pro-Kesra) Produktif Kementerian UMKM ke dalam Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Usulan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Kementerian UMKM di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (11/6/2026).

>>> Akun Facebook Elmi Febrianti Ramai Ucapan Duka Setelah Insiden Tebing Apparalang

Menurut Yoyok, integrasi tersebut menjadi strategi cepat bagi pemerintah untuk mengakselerasi pemberdayaan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja baru.

Langkah ini diproyeksikan mampu memberikan dampak ekonomi yang masif bagi puluhan juta penduduk.

"Masukkan 10 juta orang ini ke Koperasi Desa Merah Putih. Masukkan ke situ.

Ini jalan pintas," ujar Yoyok.

Ia menjelaskan bahwa target mencetak 10 juta pengusaha merupakan sasaran besar yang memerlukan strategi luar biasa.

Jika satu pelaku usaha menopang tiga hingga lima anggota keluarga, dampak program ini diperkirakan bisa menjangkau 30 juta sampai 50 juta orang.

"Perintah Presiden sudah jelas, untuk meningkatkan masyarakat supaya punya pekerjaan dan meningkat status sosialnya menjadi sejahtera. Jumlahnya 10 juta," kata Yoyok.

Koperasi Desa sebagai Wadah Pengembangan Usaha

Wadah KDMP dipandang potensial menjadi tempat pengembangan usaha sekaligus jaringan pemasaran bagi produk-produk UMKM setempat.

>>> Apa Penyebab Abdul Halim Meninggal Dunia? Inilah Kronologi Kematian Mantan Kades Sekapuk Gresik, Benarkah Serangan Jantung?

Namun, Yoyok menekankan pentingnya menjaga fungsi koperasi agar tidak sekadar menjadi gerai distribusi komoditas pabrikan berskala besar.

"Kalau koperasi hanya seperti Indomaret atau Alfamart, apa bedanya? Yang dijual semua produk pabrikasi," kata Yoyok kepada Menteri UMKM Maman Abdurrahman.

Politikus Partai Nasdem ini menyarankan koperasi desa memprioritaskan penjualan barang kebutuhan pokok seperti gas LPG, beras, gula, minyak goreng, dan tepung.

Selain itu, aspek pemasaran pada program Pro-Kesra Produktif dinilai masih perlu diperkuat karena belum secara eksplisit menyasar peningkatan penjualan.

"Orang kerja di UMKM itu ending-nya apa? Kan produknya harus laku dijual.

Bagaimana caranya UMKM bisa jualan dan untung. Ini yang harus dipikirkan," ujar Yoyok.

Guna memperluas jangkauan pendampingan terhadap jutaan pelaku usaha, Yoyok mendorong percepatan implementasi platform digital SAPA UMKM.

>>> Kementerian Koperasi Usul Tambahan Anggaran Rp 1,3 Triliun untuk 2027

Sebelumnya, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menjelaskan program Pro-Kesra Produktif menjadi fokus utama kementerian dalam usulan tambahan anggaran tahun 2027 untuk menghasilkan 10 juta pengusaha dan pekerja.