Pemerintah Siapkan Stimulus untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pertamax
Pemerintah tengah merancang paket stimulus ekonomi untuk meredam dampak kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi jenis Pertamax. Kenaikan tersebut mulai berlaku pada Rabu, 10 Juni 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi keberadaan paket kebijakan tersebut. Namun, rincian program belum dapat dipublikasikan karena masih menunggu persetujuan resmi dari Presiden.
>>> Rehan/Gloria Lolos ke Perempat Final Indonesia Open 2026
"[Stimulus] lagi disiapin. Kalau sudah diputuskan, baru dikasih tahu.
Laporin Presiden dulu," ujar Airlangga di kantornya.
Insentif Sebelumnya dan Proyeksi Dampak
Sebelumnya pada Mei 2026, pemerintah telah merencanakan sejumlah insentif untuk digulirkan sejak kuartal II/2026.
Program tersebut meliputi insentif PPh final royalti penulis 1,5 persen, diskon tiket transportasi massal untuk masa liburan sekolah serta Natal dan Tahun Baru, dan insentif PPN DTP pesawat kelas ekonomi.
Airlangga menambahkan bahwa pemerintah terus memantau pergerakan dampak kenaikan harga Pertamax di lapangan.
Ia menilai tingkat optimisme konsumen domestik masih aman berdasarkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2026 sebesar 120,9.
>>> Tsingshan Group Dorong Rantai Pasok Nikel Berkelanjutan Lewat EIP
"IKK di atas 100 masih bagus. Dampaknya [dari Pertamax] kami lihat saja, tetapi level 120,9 masih bagus," tutur Airlangga.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufikurrahman menilai pemberian stimulus sangat krusial.
Hal ini agar penurunan keyakinan konsumen tidak memicu perlambatan ekonomi yang lebih dalam.
Menurut proyeksi Indef, tekanan inflasi akibat penyesuaian harga Pertamax akan muncul melalui efek putaran kedua pada jalur logistik dan distribusi barang.
Kenaikan harga BBM berpotensi memotong pendapatan riil rumah tangga akibat membengkaknya biaya energi dan kebutuhan pokok.
"Dengan demikian, pemerintah perlu menjaga stabilitas harga pangan, memperkuat pasokan, serta memberikan stimulus yang lebih tepat sasaran agar pelemahan keyakinan konsumen tidak berkembang menjadi perlambatan konsumsi dan pertumbuhan ekonomi yang lebih dalam lagi," jelas Rizal.
Update Terbaru
Restoran Apung The Dive di Danau Winnipesaukee Ludes Terbakar
Minggu / 26-07-2026, 22:14 WIB
Jay-Z dan Beyoncé Bergoyang di Konser Lauryn Hill di Hamptons
Minggu / 26-07-2026, 22:14 WIB
Rekaman 911 Ungkap Momen Mencekam Sebelum Influencer dan Suami Ditemukan Tewas
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Eks Timnas U-19 Fatchu Rochman Resmi Perkuat Kendal Tornado FC
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Kemenangan Perdana Port FC di Piala Presiden 2026 Jadi Modal Berharga
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Pelatih Toiran Ungkap Fisik Pemain Jadi Penyebab Timnas Voli Gagal di SEA V Cup 2026
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Kapal Tanker Meledak di Selat Hormuz Usai Tabrak Ranjau Laut
Minggu / 26-07-2026, 22:00 WIB
Ayu Ting Ting Sukses Goyang Penonton dengan Alamat Palsu
Minggu / 26-07-2026, 22:00 WIB
GROTESQQQUE Jadi 'Makanan Penutup' Sutradara Berkat Kebebasan Kreatif dari CloverWorks
Minggu / 26-07-2026, 22:00 WIB
Capcom Sebut Remake Resident Evil Sama Pentingnya dengan Game Utama
Minggu / 26-07-2026, 22:00 WIB
Pratu Galuh Gugur dalam Operasi Pengejaran Bandar Narkoba di Bireuen
Minggu / 26-07-2026, 21:59 WIB
Perbandingan One Piece dan Naruto: 16 Alasan Penggemar Tak Sepakat
Minggu / 26-07-2026, 21:57 WIB
Miyamoto: Gamer Kini Pilih Pengalaman Unik, Bukan Sekadar Spesifikasi Konsol
Minggu / 26-07-2026, 21:56 WIB
Kreator Dragon Striker Ungkap Sihir Ada di Luar Lapangan, Siap Jelaskan Misteri Masa Depan
Minggu / 26-07-2026, 21:56 WIB







