Tsingshan Group mendorong pengembangan industri dan rantai pasok nikel yang hijau serta berkelanjutan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Langkah ini diambil seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap mineral kritis yang diproduksi secara bertanggung jawab demi mendukung transisi energi dan pembangunan rendah karbon.

>>> KABAR DUKA! Abdul Halim Mantan Kades Sekapuk Gresik Meninggal Dunia pada Kamis, 11 Juni 2026 Ini Jejak Perubahan Desa Miliarder

Komitmen tersebut ditunjukkan dalam Indonesia Critical Minerals Conference and Expo (ICM) 2026 yang berlangsung pada 2–5 Juni 2026.

Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, organisasi internasional, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membahas penguatan daya saing industri mineral Indonesia melalui penerapan prinsip keberlanjutan dan praktik ESG.

Kolaborasi dengan UNIDO

Dalam rangkaian ICM 2026, Tsingshan Group bersama UNIDO menggelar High-Level Forum on Mineral Sustainable Development and Eco-Industrial Parks.

Pertemuan tersebut membahas pengembangan kawasan industri berkelanjutan melalui penerapan prinsip Eco-Industrial Park (EIP), praktik ESG, serta transformasi industri yang lebih hijau dan efisien.

Tsingshan Holding Group dan UNIDO juga telah menandatangani MoU pada 4 Juni 2026 untuk mendukung program IP4SD.

Program ini bertujuan mendorong penerapan prinsip EIP di kawasan industri berbasis mineral, di mana Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) ditetapkan sebagai proyek percontohan.

>>> BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen, Industri Otomotif Terbayang Dampaknya

Vice President Tsingshan Holding Group, Scott Ye, menyatakan bahwa pengembangan rantai pasok mineral yang berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi industri global menuju ekonomi rendah karbon.

"Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Indonesia, UNIDO, pelaku industri, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, Tsingshan berkomitmen mendukung transformasi IWIP dan IMIP menuju sistem industri yang lebih hijau, efisien, dan bertanggung jawab," ujar Scott Ye.