Ekspansi Infrastruktur Jaringan Distribusi

SDPC berupaya mempercepat langkah transformasi digital guna menangkap peluang ekspansi jaringan distribusi yang dinilai masih terbuka lebar.

"Otomasi maupun kecerdasan buatan menjadi strategi yang juga sedang kita bangun untuk membuat eskalasi strategi yang lebih cepat," ucapnya.

Guna mendukung ekspansi, perusahaan mengalokasikan dana investasi sekitar Rp 100 miliar dari kas internal untuk mendirikan gudang pusat terintegrasi baru.

Fasilitas logistik ini dirancang dengan kapasitas tampung tiga kali lebih besar daripada gudang yang dioperasikan saat ini.

Infrastruktur baru tersebut disiapkan untuk memperluas daya jangkau distribusi sekaligus membuka ruang bagi pengembangan portofolio bisnis baru. Fasilitas ini dijadwalkan dapat beroperasi secara penuh mulai Juli 2026.

"Memang saat ini kekuatan kita masih di segmen produk ethical, tapi ada potensi di produk OTC dan FMCG serta alat medis.

Jadi sangat luas dan semoga kita bisa mengambil portofolio tersebut," tuturnya.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2026, SDPC mengantongi pendapatan sebesar Rp 1,01 triliun, atau tumbuh sebesar 3,85% secara tahunan (yoy) dari nilai Rp 980 miliar pada kuartal pertama tahun sebelumnya.

>>> FIFA Dinilai Terapkan Standar Ganda Soal Tuan Rumah Piala Dunia

Di sisi lain, perolehan laba bersih perusahaan mengalami penurunan tipis sebesar 2,22% yoy menjadi Rp 10,10 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 10,33 miliar.