Pebalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta, Veda Ega Pratama berkomitmen penuh untuk fokus mengembangkan karier balapnya di ajang kejuaraan dunia Moto3 bersama Honda Team Asia.

Ia tidak ingin terganggu oleh popularitasnya yang semakin meningkat di kalangan penggemar tanah air.

>>> Daihatsu Pamerkan Rocky Hybrid di Malang, Tawarkan Promo Menarik

Karier Veda terus menanjak setelah berhasil menembus kompetisi internasional melalui program pembinaan Astra Honda Racing School (AHRS) sejak usia sembilan tahun.

Ia mencatatkan sejarah sebagai juara umum Asia Talent Cup 2023, menjadi runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup 2024, berlaga di FIM JuniorGP, hingga meraih podium ketiga di Sirkuit Goiania, Brasil pada musim debutnya di Moto3.

Sorotan publik yang masif tidak membuat fokus atlet muda ini teralihkan dari target utamanya di lintasan balap dunia.

"Rasanya sama saja sih. Senang.

Cuma saya engga mikirin, saya perlu bekerja keras lagi. Karena tujuan saya bukan itu (terkenal) saya ingin jadi pebalap (top)," kata Veda.

Veda melihat besarnya harapan dari para pendukung sebagai aspek positif yang mendorong performanya. "Rasanya itu, ya orang berekspektasi untuk yang terbaik kan pasti.

>>> Pelemahan Rupiah Picu Kenaikan Harga Suku Cadang Motor di Bekasi

Semoga podium," ujarnya.

Sebagai pendatang baru, pebalap asal Yogyakarta ini menyadari tantangan berat yang harus dihadapi, termasuk adaptasi kendaraan dan pengenalan sirkuit-sirkuit baru di kelas Moto3.

"Itu membuat saya lebih semangat dan termotivasi, cuma saya juga harus tahu, bahwa saya baru di kelas ini.

Beberapa sirkuit juga baru dan saya masih harus banyak belajar," ujar Veda.

Meskipun tingkat persaingan di kejuaraan dunia Moto3 jauh lebih ketat dibanding kompetisi terdahulu, Veda tetap optimistis. "Cuma kalau saya bisa, pokoknya tidak ada yang tidak mungkin.

>>> Harga Pertamax Naik, Biaya Isi Penuh Toyota Veloz Hybrid Bertambah Rp169 Ribu

Saya selalu melakukan yang terbaik," ujarnya.