Harga emas dunia masih dibayangi pelemahan akibat penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga acuan yang tinggi.

Pada perdagangan Kamis (11/6/2026), harga emas melemah 0,22 persen ke US$ 4.063,01 per ons troi.

>>> Irjen Kemenag Minta Petugas Haji Madinah Jaga Fokus Hingga Kepulangan Terakhir

Sebelumnya, harga emas ditutup anjlok 4,42 persen ke level US$ 4.071,46 per ons troi, level terendah dalam tujuh bulan terakhir.

Level Kunci 4.061 Dolar

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan grafik jangka pendek menunjukkan kecenderungan penurunan yang dominan. Pola lower high terbentuk setelah fase kenaikan sementara usai.

"Selama harga masih di bawah swing high terbaru, peluang pelemahan masih terbuka. Area 4.061 menjadi level penting yang berpotensi diuji dalam waktu dekat," ujar Geraldo.

Jika level 4.061 tertembus, penurunan lebih lanjut menuju support US$ 4.036 per ons troi dapat terjadi.

Namun, jika bertahan, fase konsolidasi akan terbentuk terlebih dahulu.

>>> Pemprov DKI Jakarta Matikan Lampu 60 Menit pada Hari Lingkungan Hidup

Indikator stochastic yang overbought juga memperkuat sinyal bahwa momentum penguatan mulai merosot. Hal ini meningkatkan peluang koreksi harga.

Tekanan terhadap emas diperparah oleh data ekonomi AS yang solid, seperti inflasi, aktivitas bisnis, dan ketenagakerjaan. Hal ini memicu spekulasi bahwa bank sentral belum akan melonggarkan kebijakan moneter.

"Ekspektasi tersebut mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi, yang secara historis menjadi sentimen negatif bagi emas," jelas Geraldo.

Sentimen risiko global yang membaik juga mendorong pelaku pasar beralih dari aset safe haven ke instrumen lain yang lebih menguntungkan.

>>> Kementerian Sosial Wajibkan Surat Pernyataan 10 Poin PPPK Guru 2026

Pelaku pasar disarankan mencermati area US$ 4.061 per ons troi sebagai level kunci yang berpotensi menentukan arah pergerakan harga emas dalam waktu dekat.