Ubisoft PHK 380 Karyawan dan Tutup Dua Studio di Belgrade dan Winnipeg
Perusahaan game asal Prancis, Ubisoft, kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Langkah ini berdampak pada ratusan karyawan di beberapa studio cabang.
Kebijakan perampingan ini juga memicu penutupan dua studio sekaligus. Berdasarkan informasi internal perusahaan, gelombang PHK kali ini diperkirakan berdampak pada 380 pegawai.
Dua studio yang resmi ditutup adalah Ubisoft Winnipeg dan Ubisoft Belgrade. Penutupan ini menyebabkan pemutusan kontrak kerja dalam jumlah besar.
Di cabang Belgrade, sekitar 100 pegawai terdampak PHK. Sementara itu, studio Winnipeg mencatat 65 pegawai kehilangan pekerjaan.
Jumlah korban dari kedua studio tersebut mencapai 165 orang dari total 380 pekerja yang dilepas. Selain penutupan, pengurangan staf juga terjadi di studio cabang Barcelona dan San Francisco.
Restrukturisasi Tim dan Operasional Cabang
Ubisoft menerapkan strategi pengalihan fungsi kerja pada cabang yang dipertahankan. Untuk studio Barcelona, sejumlah kru kini dialihkan untuk memperkuat tim pengembangan game Rainbow Six Siege.
>>> Kementerian ESDM Pastikan Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tidak Naik
Proyek Rainbow Six Siege sebelumnya telah melepas 120 pengembang dari tim mereka. Sementara itu, kondisi di San Francisco kini menyisakan divisi IT, pemasaran, dan divisi non-pengembangan.
Tim utama pengembang di San Francisco sudah terkena dampak pengurangan pada tahun 2024 lalu. Langkah restrukturisasi ini diambil untuk mempermudah operasional dan memangkas biaya dasar.
Pengurangan staf ini bukan yang pertama bagi Ubisoft pada tahun 2026. Pada Februari lalu, studio Ubisoft Toronto juga melakukan kebijakan serupa yang berdampak pada 40 karyawan.
>>> PT Kabelindo Murni Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp 7,84 Miliar
Hingga saat ini, manajemen internal belum memberikan pengumuman resmi kepada publik. Namun, situasi ini tercatat sebagai salah satu fenomena PHK terbesar di industri game sepanjang tahun 2026.
Update Terbaru
270 Pelajar Indonesia Simulasikan Sidang PBB untuk Hadapi Krisis Global Lewat Diplomasi
Senin / 27-07-2026, 10:08 WIB
Pembeli Pertalite Wajib Lunas Pajak Kendaraan, Jambi Ikuti Jejak NTT
Senin / 27-07-2026, 10:08 WIB
Survei Ungkap Tingkat Kepercayaan Akhirat di Asia, Indonesia Peringkat 7
Senin / 27-07-2026, 10:08 WIB
Pemprov Jabar Segera Rekonstruksi 51 Rumah Adat di Kasepuhan Ciptamulya Pasca Kebakaran
Senin / 27-07-2026, 10:08 WIB
Popularitas Anies Baswedan Dinilai Bisa Dongkrak Suara Partai Gerakan Rakyat di Pemilu 2029
Senin / 27-07-2026, 10:08 WIB
Pesona Selena Gomez di Usia 34: Liburan Romantis di Laut Italia dengan Bikini Biru
Senin / 27-07-2026, 10:08 WIB
Baca Nano Machine Chapter 318 Bahasa Indonesia Spoiler English raw, Mode Serius!
Senin / 27-07-2026, 10:00 WIB
Sinopsis RoboCop (2014) di Bioskop Trans TV Hari ini 27 Juli 2026
Senin / 27-07-2026, 09:50 WIB
Sinopsis The Marksman Film di Bioskop Trans TV Hari ini 27 Juli 2026
Senin / 27-07-2026, 09:46 WIB
Objek Misterius Seukuran Jupiter Ditemukan Mengorbit Bintang Katai Coklat
Senin / 27-07-2026, 09:42 WIB
Colibrì: AI Raksasa Bisa Jalan di Laptop Murah, Ini Pelajarannya
Senin / 27-07-2026, 09:42 WIB
Kadokawa dan Marvel Jalin Kemitraan untuk Proyek Manga Baru
Senin / 27-07-2026, 09:42 WIB
Marvel dan WEBTOON Rilis Tiga Seri Webcomic Eksklusif di SDCC 2026
Senin / 27-07-2026, 09:42 WIB







