Direktur Assassin's Creed Black Flag Resynced Sebut File Hasil Datamining Bisa Jadi Placeholder Lama
Direktur game Assassin's Creed Black Flag Resynced, Richard Knight, meminta para penggemar untuk berhati-hati dalam menafsirkan temuan dari datamining.
Menurut Knight, banyak file yang ditemukan di dalam data game bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk konten mendatang.
>>> BIGBANG Gelar Acara Gratis 20 Tahun di Han River Seoul Sebelum Tur Dunia
File-file itu mungkin hanya sisa dari pengembangan tahun-tahun sebelumnya.
Pernyataan ini disampaikan Knight dalam wawancara dengan JorRaptor di YouTube. Ia ditanya tentang file kostum yang baru-baru ini ditemukan dan memicu spekulasi di komunitas Assassin's Creed.
File Datamining Bisa Menyesatkan
Knight mengakui keterampilan yang terlibat dalam datamining, tetapi menjelaskan mengapa pemain tidak boleh menganggap setiap file tersembunyi sebagai rencana masa depan.
"Banyak game yang di-datamine, itu sangat cerdas, saya paham," ujar Knight.
"Terkadang itu adalah aset yang bahkan belum ada, dan terkadang itu adalah placeholder yang dibuat tiga tahun lalu."
>>> Shuhua (G)I-DLE Debut Film di Toronto International Film Festival 2026
Komunitas menemukan file kostum yang diduga terinspirasi dari beberapa seri Assassin's Creed. Temuan itu memicu teori bahwa Ubisoft berencana merilis konten kosmetik tambahan setelah peluncuran.
Namun, Knight tidak mau mengonfirmasi apakah kostum tersebut asli. Saat ditanya langsung, ia menjawab, "Ini cara saya untuk mengatakan bahwa saya sebenarnya tidak tahu.
Saya tidak bisa membeberkannya karena saya tidak tahu."
Meski tidak mengungkapkan rencana masa depan, Knight menambahkan bahwa tim pengembang bermaksud untuk "mendukung warisan merek."
Hal ini membuka ruang spekulasi, namun menegaskan bahwa file tersembunyi tidak boleh dianggap sebagai pengumuman resmi.
>>> Trump Peringatkan China dan Rusia Jangan Jual Senjata ke Iran
Antusiasme terhadap Assassin's Creed Black Flag Resynced terus meningkat. Knight mengingatkan bahwa datamining dapat mengungkap sejarah pengembangan game, tetapi belum tentu masa depannya.
Update Terbaru
Daftar Nama 11 Wisatawan Asing dan ABK Speedboat Hilang di Gorontalo
Sabtu / 25-07-2026, 17:41 WIB
DPD: RUU Daerah Kepulauan Perkuat Arah Kebijakan Pembangunan
Sabtu / 25-07-2026, 17:41 WIB
Sahabat Nolan Wells Bantah Terlibat dalam Kematiannya
Sabtu / 25-07-2026, 17:36 WIB
Jim Carrey Berduka atas Kepergian Sutradara 'The Mask' Chuck Russell
Sabtu / 25-07-2026, 17:36 WIB
BULOG Serap 3,5 Juta Ton Beras Petani, Optimistis Capai Target Swasembada
Sabtu / 25-07-2026, 17:35 WIB
10 Hidangan Terbaik di Dunia 2025/2026, Sate Kambing Indonesia Peringkat 4
Sabtu / 25-07-2026, 17:35 WIB
Tes Komputer dan Soal Akademik Seleksi Akpol 2026 Berstandar Olimpiade
Sabtu / 25-07-2026, 17:35 WIB
Bintang Piala Dunia Cristian Volpato Ditangkap Polisi karena Diduga Positif Kokain
Sabtu / 25-07-2026, 17:35 WIB
Cara Menghapus Jejak Digital dan Mencegah Penguntitan Siber Setelah Putus
Sabtu / 25-07-2026, 17:35 WIB
Xiaomi 18 Pro Siap Debut Global, Tantang Samsung Galaxy dan iPhone
Sabtu / 25-07-2026, 17:35 WIB
Atap Stadion Pakansari Diperbaiki Usai Angin Puting Beliung, Siap Gelar Laga Timnas Indonesia
Sabtu / 25-07-2026, 17:32 WIB
Liverpool Incar Maghnes Akliouche sebagai Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola
Sabtu / 25-07-2026, 17:31 WIB
UNIS Siap Rilis Mini Album Debut Jepang 'UNI☆Sparkle!'
Sabtu / 25-07-2026, 17:31 WIB
Jadwal Rilis K-Pop Pekan Ini: Jennie, HYOLYN, fromis_9, dan Lainnya
Sabtu / 25-07-2026, 17:31 WIB







