Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) tengah mencari jalan keluar agar para pendukung Timnas Iran tetap bisa menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 secara langsung.

Langkah ini diambil setelah Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI) melayangkan keluhan terkait pembatalan alokasi tiket resmi mereka.

>>> Meksiko Kerahkan 10.000 Personel Amankan Pembukaan Piala Dunia 2026

Kebijakan tersebut berdampak langsung pada suporter Iran yang telah membeli tiket perjalanan menuju Amerika Utara dan berisiko gagal masuk stadion.

Menurut regulasi FIFA, setiap federasi peserta berhak mendapatkan kuota delapan persen dari total kapasitas tiket di setiap laga.

FFIRI menuduh Amerika Serikat sebagai pihak yang memblokir jatah tiket tersebut demi menghalangi kehadiran warga Iran di stadion.

Ketegangan diplomatik antara kedua negara sebelumnya juga memaksa Timnas Iran memindahkan pemusatan latihan ke Meksiko.

>>> Hasil Uji Coba Piala Dunia 2026: Portugal Bekuk Nigeria, Inggris Hancurkan Kosta Rika

"Dengan kurang dari tiga hari tersisa sebelum dimulainya Piala Dunia 2026, Amerika Serikat sekali lagi bertindak untuk menghalangi kehadiran suporter Iran di stadion," kata FFIRI.

Pihak federasi menilai pembatasan akses ini mencederai sportivitas dan asas keadilan bagi seluruh negara peserta turnamen global tersebut.

"Mencabut akses suporter Iran terhadap alokasi tiket resmi yang sah merupakan tindakan yang bertentangan dengan semangat penyelenggaraan kompetisi internasional serta prinsip kesetaraan di antara negara-negara peserta," lanjut FFIRI.

Selain masalah tiket, FFIRI mengungkapkan 15 anggota staf dan tim pendukung mereka gagal mendapatkan visa masuk dari otoritas Amerika Serikat pada awal bulan ini.

>>> Polisi Meksiko Kerahkan 50.000 Personel Amankan Piala Dunia 2026 dari Demo Massa

Iran dijadwalkan melakoni laga perdana grup melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni 2026, disusul laga kontra Belgia di kota yang sama, serta pertandingan penutup melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni 2026.