Sentimen positif ini didukung oleh peningkatan alokasi belanja global di sektor teknologi.

China tengah bersiap mengucurkan dana sekitar 2 triliun yuan atau setara US$295 miliar selama lima tahun mendatang untuk pembangunan pusat data nasional.

Langkah ekspansi infrastruktur data secara global ini menjadi pilar utama yang menjaga prospek bullish bagi komoditas tembaga serta logam lainnya dalam beberapa bulan terakhir.

Gagasan mengenai pembangunan jaringan komputasi terintegrasi tersebut telah tertuang dalam rencana lima tahun China pada awal 2026.

Li Xuezhi menambahkan bahwa realisasi investasi tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar, sehingga tidak memberikan pengaruh besar terhadap fluktuasi harga dalam jangka pendek.

Pada perdagangan di London Metal Exchange (LME), harga aluminium terkoreksi 2,3% ke posisi US$3.466 per ton, level terendah sejak akhir April.

>>> Montir Solo Ungkap Komponen Motor Listrik yang Paling Sering Rusak

Sementara itu, tembaga menyusut ke US$13.515,50 per ton dan nikel melemah 2,1%.