Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, gagal bertugas di Piala Dunia 2026 setelah mendapat penolakan masuk ke Amerika Serikat.

Penolakan terjadi di Bandara Internasional Miami pada Sabtu (6/6/2026) oleh petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan.

>>> Doa Qunut Subuh: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membaca

Pemerintahan Presiden Donald Trump menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil karena Artan dicurigai memiliki keterkaitan dengan anggota organisasi teroris tertentu.

Pemeriksaan dilakukan berdasarkan Undang-Undang Imigrasi dan Kewarganegaraan.

Pihak berwenang AS menegaskan komitmen menjaga keamanan perbatasan dari potensi ancaman luar selama turnamen berlangsung.

"Presiden Trump tidak akan mengizinkan ancaman keamanan apa pun masuk ke negara kami," kata seorang pejabat, dilansir CNN.

Artan menyikapi kegagalannya dengan lapang dada dan tetap bersyukur atas kesempatan yang diberikan.

"Apa yang terjadi sudah terjadi dan itu adalah takdir. Saya berterima kasih atas dukungan yang diberikan FIFA kepada saya," kata Artan kepada wartawan setibanya di Mogadishu.

Pria berusia 34 tahun ini memberikan pesan motivasi agar generasi muda di negaranya tidak patah semangat.

"Somalia adalah milik kita, baik dalam keadaan baik maupun buruk. Saya ingin mengatakan kepada anak-anak muda agar tidak kehilangan harapan terhadap negara kita," ujarnya.

Ia menegaskan kenyamanannya untuk tetap tinggal dan berkarier di tanah airnya setelah insiden tersebut.

"Saya sekarang berada di negara saya dan tidak ada tempat lain yang ingin saya tinggali," tambah Omar Artan.

Meski batal mencetak sejarah di Piala Dunia, kedatangan Artan di Mogadishu pada Rabu (10/6/2026) disambut hangat sebagai pahlawan oleh pejabat negara dan ribuan warga di stadion.

Seorang mahasiswa, Abdulqadir Ali Abokor (26), mengungkapkan rasa simpati atas kegagalan sang wasit.